Fakta- Fakta Persaingan Menjelang Pemilu Sela 2018 AS

CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 15:57 WIB
Fakta- Fakta Persaingan Menjelang Pemilu Sela 2018 AS Ilustrasi pemilihan umum Amerika Serikat. (REUTERS/Andrew Kelly)
Jakarta, CNN Indonesia -- Amerika Serikat akan melakukan pemilihan sela pada Selasa (6/11) besok. Pemilihan ini membuat presiden AS, Donald Trump dari Partai Republik berusaha mempertahankan kendalinya di Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat.

Jumlah pemilih untuk pemilihan ini secara tradisional lebih rendah dibanding dengan tahun kepresidenan. Namun, hasilnya dapat memiliki implikasi yang besar bagi AS khususnya agenda Trump.

Partai Republik memberikan kemungkinan untuk kehilangan kursi di DPR, tetapi mereka lebih disukai untuk terus berada di Senat. Sedangkan Partai Demokrat akan berusaha merebut suara dengan mengkritik kebijakan Trump saat ini.
Berikut adalah fakta-fakta menjelang pemilihan sela di AS :


1. Kongres (Dewan Perwakilan Rakyat)

Kongres (DPR Amerika Serikat) memiliki 435 anggota dengan berbagai negara bagian berdasarkan perbandingan jumlah penduduk. Saat ini, ada 236 anggota legislatif dari Partai Republik, 193 anggota parlemen dari Partai Demokrat, dan enam kursi sisa yang diperebutkan.

Masa tugas Kongres baru dimulai pada Januari 2019 mendatang. Seluruh kursi diperebutkan setiap dua tahun sekali. Partai Republik telah mengendalikan DPR sejak adanya gerakan Tea Party yang merupakan jaringan konservatif dan mendukung partai Republik.

Tokoh dari Partai Republik adalah Paul Ryan yang tidak mencalonkan diri kembali dari Wisconsin. Sedangkan Partai Demokrat diwakilkan oleh Nancy Pelosi yang sekarang menjabat sebagai pemimpin oposisi di DPR. Partai Demokrat masih membutuhkan 23 kursi untuk mengambil kendali di DPR dari Partai Republik.

Prediksi hasil DPR : Partai Demokrat menang.
2. Senat

Senat AS terdiri dari 100 anggota yang terdiri dari masing-masing negara bagian. Saat ini, terdiri dari 51 anggota Partai Republik dan 49 anggota Partai Demokrat.

Dalam jangka waktu enam tahun, sekitar sepertiga dari Senat siap untuk melakukan pemilihan setiap dua tahun.

Pada pemilihan mendatang, sebanyak 35 kursi sedang diperebutkan.

Dari 35 kursi, sebanyak 26 kursi dipegang oleh Partai Demokrat dan sembilan kursi oleh Partai Republik.

Pemimpin mayoritas di Senat adalah Mitch McConnell dari Kentucky.

Prediksi hasil Senat: Partai Republik kemungkinan menguasai Senat.
3. Gubernur

Sebanyak 36 negara dari 50 negara bagian AS memilih gubernur pada tahun ini. Hingga kini, anggota Partai Republik terpilih menjadi gubernur di 29 negara bagian, dan anggota Partai Demokrat menjadi gubernur pada 21 negara bagian.

Pertarungan politik paling sengit dalam jabatan gubernur ada di dua negara bagian. Pertama di Georgia, di mana Partai Demokrat yang diwakilkan oleh Stacey Abrams sedang berusaha menjadi wanita kulit hitam pertama yang akan menjabat gubernur negara bagian AS.

Kedua di Florida, di mana perwakilan dari Partai Republik, Ron DeSantis bersaing ketat dengan Andrew Gillum dari Partai Demokrat.
4. Pemungutan Suara

Selain memilih anggota parlemen, masyarakat AS di beberapa negara bagian juga akan menentukan sikap mereka terkait usul peraturan melalui pemungutan suara. Sejumlah usulan itu adalah:

A. Legalisasi ganja untuk keperluan medis dan rekreasi di lima negara bagian AS.

B. Kenaikan upah minimum di dua negara bagian AS.

C. Akses pendanaan aborsi di tiga negara bagian AS.
5. Kesempatan Demokrat

Jika berhasil menumbangkan Partai Republik, Partai Demokrat bisa mengajukan hak angket dan interpelasi terhadap kebijakan pemerintahan Trump. Jika ditemukan bukti penyimpangan yang cukup kuat, mereka bisa mengajukan pemakzulan (impeachment).

6. Jumlah Pemilih

Pada 2014, sekitar 37 persen pemilih berhak ikut serta dalam pemilihan umum sela. Angka itu turun dari 42 persen pada 2010. Pada 2016, lebih dari 60 persen pemilih berhak ikut serta dalam pemungutan suara. (cin/ayp)