Pegiat Anti Korupsi Ukraina Meninggal Usai Disiram Air Keras

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 19:34 WIB
Pegiat Anti Korupsi Ukraina Meninggal Usai Disiram Air Keras Ilustrasi meninggal. (Istockphoto/PeopleImages)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang pegiat anti-korupsi Ukraina, Kateryna Handzyuk meninggal setelah mengalami cedera parah akibat disiram air keras oleh orang tak dikenal pada Juli lalu. Hal itu menambah panjang daftar kekerasan terhadap para aktivis yang berani mengungkap persekongkolan rasuah antara pejabat dan pengusaha hitam

Sebagaimana dilansir The Guardian, Selasa (6/11), Handzyuk mengalami tingkat luka bakar hingga 30 persen di sekujur tubuhnya karena disiram satu liter cairan asam sulfat oleh orang tak dikenal saat keluar rumah. Dia sempat menjalani sebelas kali pembedahan, tetapi akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Minggu pekan lalu.

Meski mengalami cedera cukup parah dan dirawat intensif, Handzyuk tetap menyatakan perang terhadap perilaku korupsi di Kota Kherson, dekat pelabuhan Laut Hitam. Pada akhir September lalu dia sempat memberikan wawancara khusus dengan stasiun televisi setempat. Dia merasa serangan air keras itu adalah percobaan pembunuhan.
"Mengapa saya menganggap hal ini adalah percobaan pembunuhan? Karena mereka menyiram air keras di kepala saya. Kalau cuma ingin melukai, maka akan melukai kaki, lengan, atau wajah," kata Handzyuk.


"Banyak serangan dalam waktu singkat, dan pelakunya tidak dihukum serta polisi seperti mengabaikannya. Saya pikir kita harus demo di kantor presiden supaya didengar," ujar Handzyuk.

Handzyuk adalah seorang pegiat dan anggota Dewan Kota Kherson. Dari hasil penyelidikannya dia mengungkap kalau kepala kepolisian setempat, Artem Antoschuk meminta jatah 3 persen dari seluruh pengusaha setempat dan kontrak-kontrak proyek pemerintah.

Di hari Handzyuk diserang, seorang pegiat anti-korupsi lainnya, Vitaly Oleshko ditembak mati di punggung oleh orang tak dikenal. Veteran perang tenggara Ukraina itu juga mengeluhkan perilaku koruptif pemerintah daerahnya di Berdyansk.

Tahun lalu, seorang pegiat hak asasi manusia Iryna Nozdovska ditemukan tewas mengambang di sebuah sungai di luar Ibu Kota Kiev. Hingga saat ini pelakunya belum juga ditemukan.

Sejumlah serangan terhadap para pegiat dan lembaga non pemerintah menjadi perhatian serius di Ukraina. Sebab politikus korup dan pengusaha hitam sengaja kongkalikong untuk menerabas aturan.

Kematian Handzyuk memicu unjuk rasa di Ibu Kota Kiev. Presiden Ukraina Petro Poroshenko sudah memerintahkan pelakunya ditangkap.
Hingga saat ini aparat sudah menangkap 5 orang, termasuk seorang opsir polisi yang diduga memimpin serangan. Namun, dari hasil interogasi belum diketahui siapa dalangnya.

Jaksa Agung Ukraina, Yuriy Lutsenko memutuskan mengundurkan diri usai Handzyuk dikabarkan meninggal. Namun, masyarakat dan pegiat hak-hak sipil tetap menuntut kasus itu diungkap.

"Saya memutuskan mengundurkan diri hari ini," kata Lutsenko, seperti dilansir AFP.

Alih-alih membongkar kasus, Lutsenko menuding kalangan aktivis menekan penyelidik dalam proses investigasi, bahkan membocorkan informasi. Menurut dia hal itu menyulitkan pengusutan dalang pembunuhan Handzyuk. (ayp/ayp)