Polisi Sebut Penikaman Melbourne Aksi Teror, Satu Orang Tewas

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 18:00 WIB
Polisi Sebut Penikaman Melbourne Aksi Teror, Satu Orang Tewas Ilustrasi. (Reuters/David Gray)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Australia menganggap penikaman yang menewaskan satu orang di salah satu distrik bisnis (CBD) Melbourne pada Jumat (9/11) sore sebagai insiden terorisme.

"Kami meyakini bahwa ancaman sudah tidak ada lagi saat ini, tetapi tentunya kami menganggap insiden ini sebagai kejadian terorisme," ucap Kepala Kepolisian Victoria, Graham Ashton.

Insiden yang terjadi di CBD Bourke Street itu mengakibatkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka. 
Aparat keamanan langsung mengamankan sang pelaku tak jauh dari lokasi kejadian. Sang pelaku dinyatakan tewas di rumah sakit setelah ditembak polisi akibat berusaha kabur.


Ashton menuturkan pelaku merupakan orang Somalia dan "seseorang yang telah diketahui aparat keamanan." 

Dilansir Reuters, Ashton mengatakan pria itu mengendari kendaraan roda empat yang dipenuhi gas silinder. 
Kendaraan itu terbakar ketika pelaku berusaha diamankan polisi tak lama setelah melakukan aksinya.

Rekaman gambar media lokal menunjukkan seorang lelaki yang diduga pelaku menyodorkan benda tajam ke arah petugas polisi sebelum ditembak.

Seorang saksi mata mengaku melihat dua petugas polisi melumpuhkan seorang pria di dekat sebuah mobil yang terbakar.

"Dia sepertinya menyodorkan sesuatu, orang-orang di sekitar saya berteriak bahwa dia memegang pisau di tangannya, tetapi saya tidak melihat dengan jelas dari tempat saya berada," ucap Meegan kepada ABC News.
Meegan melihat kejadian itu dari trem. Tak lama setelah itu, dia mengaku mendengar suara ledakan keras seperti suara tembakan.

Kepolisian hingga kini masih memperingatkan warga sekitar untuk menghindari lokasi kejadian, meski pelaku telah diamankan.

Ashton juga menuturkan penjagaan keamanan akan diperketat di lokasi kejadian dan beberapa tempat serta acara publik lainnya selama akhir pekan. (rds/has)