Batal Ziarah ke Makam Pahlawan PD I, Trump Jadi Cemoohan

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 11:05 WIB
Batal Ziarah ke Makam Pahlawan PD I, Trump Jadi Cemoohan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. (REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang batal berziarah ke makam pahlawan Perang Dunia I, dalam peringatan 100 tahun gencatan senjata pada Minggu pekan lalu. Sikapnya itu dicibir Angkatan Bersenjata Prancis melalui media sosial.

Melalui akun Twitter resmi, militer Prancis mengunggah foto yang menunjukkan para prajurit tetap semangat berlatih meski di tengah kondisi cuaca yang hujan dan lapangan berlumpur.

"#MondayMotivation. Ada hujan tapi ini tidak serius. Kami tetap bersemangat," demikian tulisan penjelasan Angkatan Bersenjata Prancis melalui akun media sosial mereka pada Senin (12/11).

Trump menjadi salah satu dari sekitar 70 kepala negara yang diundang dalam peringatan 100 tahun Gencatan Senjata 1918 Perang Dunia I di Paris, Prancis, pada akhir pekan lalu hingga Senin kemarin.


Dalam rangkaian lawatannya, Presiden AS ke-45 itu dijadwalkan mengunjungi Pemakaman Pasukan Amerika Serikat Aisne-Marne di Bellau. Namun, kunjungannya terpaksa dibatalkan karena hujan.

Dikutip The Independent, Gedung Putih mengatakan pembatalan dilakukan karena cuaca buruk yang menyebabkan helikopter yang akan membawa Trump tidak bisa mendarat. Sementara itu, sang presiden ogah mengunjungi pemakaman menggunakan mobil dengan alasan khawatir menimbulkan kemacetan di Paris.
Pembatalan lawatan itu memicu kritik hingga kecaman dari berbagai pihak dan tokoh. Sindiran tentara Prancis di Twitter bahkan didukung banyak warganet yang meramaikan unggahan tersebut dengan berbagai komentar hingga meme yang menyudutkan Trump.

Salah satu warganet bahkan membandingkan Trump dengan pendahulunya, Presiden Barack Obama.

Cucu dari mantan Perdana Menteri Inggris Winston Churchill sekaligus anggota parlemen Partai Konservatif untuk Mid Sussex, Nicholas Soames, menganggap Trump sebagai presiden yang menyedihkan.

"Mereka (prajurit) mati dengan wajah mereka menghadap musuh, sementara itu tidak cukup menyedihkan @realDonaldTrump bahkan tidak bisa menentang cuaca untuk memberi penghormatan kepada mereka yang gugur," cuit Soames melalui akun Twitter-nya.
Sementara itu, David Frum, seorang penulis pidato mantan Presiden George W Bush, menilai Trump telah melalaikan tugasnya untuk menghormati mereka yang mati berjuang mati dalam hujan dan lumpur hanya karena alasan cuaca. (rds/ayp)