Pemuda Jalur Gaza Sedang Memancing Dibunuh Tentara Israel

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 10:48 WIB
Pemuda Jalur Gaza Sedang Memancing Dibunuh Tentara Israel Ilustrasi warga Jalur Gaza, Palestina menjadi korban setelah ditembak pasukan Israel. (REUTERS/Mohammed Salem)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tentara Israel dikabarkan menembak mati seorang pemuda di Jalur Gaza, Palestina. Padahal, lelaki itu sedang memancing di utara Gaza dekat perbatasan dengan Israel, pada Rabu (14/11).

Kementerian Kesehatan Palestina menyatakan pemuda yang tewas ditembak tentara Israel itu bernama Nawaf al-Aatar, berusia sekitar 20 tahun.

Aparat keamanan Gaza mengatakan Aatar ditembak prajurit Israel ketika dirinya tengah memancing di dekat perbatasan Israel.
Juru bicara militer Israel berdalih tembakan dilepaskan karena serdadu mereka melihat sejumlah orang mendekati pagar perbatasan Israel di utara Jalur Gaza.


"Ketika salah satu tersangka mendekati pagar keamanan kami, tentara Israel menembak individu tersebut sesuai dengan standar prosedur operasi," ucap juru bicara militer Israel seperti dikutip AFP pada Kamis (15/11).

Ketegangan di perbatasan Israel-Palestina, terutama Jalur Gaza, terus memanas sejak demonstrasi besar-besaran rutin berlangsung pada 30 Maret.
Dalam demonstrasi rutin itu, warga Palestina menuntut kembali ke tanah mereka yang sampai saat ini masih diduduki Israel.

Sedikitnya 230 warga Palestina tewas di tangan militer Israel sejak demonstrasi besar Maret lalu. Sementara itu, seorang personel militer Israel tewas dalam periode yang sama.

Situasi di Gaza juga semakin mencekam setelah Israel dan Hamas kembali saling melontarkan serangan roketnya pada Minggu pekan lalu hingga Senin.

Bentrokan keduanya bermula ketika pasukan khusus Israel melakukan operasi serangan militer ke Gaza pada Minggu pekan lalu hingga berakhir dengan gencatan senjata pada Selasa pekan ini. Serangan itu disebut menewaskan dua komandan Brigade Izzudin Al Qassam, sayap militer Hamas.

Sejak itu, salah satu faksi perjuangan di Palestina itu bersumpah melakukan serangan balasan kepada Israel. Meski gencatan senjata telah ditetapkan, situasi di Gaza masih tegang.
Ketegangan di Gaza dikhawatirkan bisa memicu perang baru antara Israel dan Hamas. Kedua belah pihak sudah terlibat tiga kali peperangan sejak 2008. (rds/ayp)