Pelaku Teror Bom di AS Mengaku Tidak Bersalah

CNN Indonesia | Jumat, 16/11/2018 10:12 WIB
Pelaku Teror Bom di AS Mengaku Tidak Bersalah Cesar Sayoc, terdakwa pengirim 16 paket bom di Amerika Serikat. (Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Terdakwa teror paket bom asal Florida, Cesar Sayoc mengaku tidak bersalah di Pengadilan Federal Amerika Serikat, dalam sidang dengar pendapat yang digelar Kamis (16/11) kemarin. Dia didakwa dengan delik aksi teror karena mengirim 16 bom pipa terhadap para kritikus Presiden AS, Donald Trump.

Jaksa mengatakan Sayoc yang merupakan pendukung Trump dan terdaftar sebagai pendukung Partai Republik akan divonis hukuman penjara seumur hidup jika terbukti bersalah.

Sayoc dituduh dengan lima dakwaan penggunaan senjata secara ilegal, lima dakwaan pengiriman bahan peledak antarnegara bagian, dan lima tuduhan komunikasi yang mengancam antarnegara.
Ia juga dijerat lima kali dakwaan penggunaan surat ilegal, lima kali membawa bahan peledak, dan lima kali menggunakan perangkat yang merusak untuk melakukan kejahatan.


Hakim Federal AS, Jed Rakoff menetapkan sidang pemeriksaan dimulai pada 15 Juli 2019 mendatang.

Sayoc mengirim sejumlah paket bom terhadap mantan presiden AS, Barack Obama; Mantan Wakil Presiden, Joe Biden; politikus Partai Demokrat AS, Hillary Clinton; Aktor Robert De Niro dan pengusaha George Soros. Namun, tidak ada satu pun bom yang meledak.

Bom pertama ditemukan di kotak surat rumah Soros, di wilayah utara New York.
Pada saat penyelidikan, petugas kepolisian menemukan sidik jari dan melakukan hasil tes DNA pada paket bom itu.

Setelah itu tim kepolisian bersama FBI melakukan pencarian secara besar-besaran di Florida. Sayoc ditangkap di negara bagian itu. (cin)