ISIS Sebut Karhutla California Ganjaran dari Tuhan

CNN Indonesia | Kamis, 15/11/2018 12:03 WIB
ISIS Sebut Karhutla California Ganjaran dari Tuhan (Ilustrasi kebakaran hutan dan lahan di California, Amerika Serikat. (Justin Sullivan/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok Negara Islam Irak dan Syam (ISIS) menyatakan gembira dengan bencana kebakaran hutan dan lahan di Negara Bagian California, Amerika Serikat. Mereka menganggap hal itu adalah ganjaran bagi AS yang membombardir umat Islam di Suriah.

"Wahai Amerika, ini (karhutla) adalah ganjaran karena menggempur umat Islam di Suriah. Ini balasan Allah S.W.T., untuk kalian, dan Insyaallah kalian akan menghadapi kebakaran yang lebih hebat," demikian pernyataan disampaikan ISIS, seperti dikutip dari situs SITE Intelligence Group, Kamis (15/11).

Menurut mantan pejabat Agensi Keamanan Nasional AS (NSA), William Scott, kelompok militan memang dikabarkan memiliki taktik tertentu untuk menyerang Negeri Abang Sam. Salah satunya adalah dengan memicu kebakaran hutan di seluruh wilayah barat AS. Dia menyatakan laporan itu sudah dipaparkan sekitar satu dasawarsa lalu dengan judul 'Perang Api'.
"Mungkin serangan paling sederhana yang bisa melumpuhkan ekonomi adalah pembakaran hutan dan lahan. Caranya dengan membakar hutan-hutan dan kumpulan semak belukar di AS," kata Scott.


Scott menyatakan taktik itu terungkap setelah pasukan khusus Angkatan Laut AS, Navy SEALs menangkap pimpinan Al-Qaidah, Usamah bin Ladin di Pakistan beberapa tahun silam. Di dalam dokumen Al Qaidah disebutkan karhutla buatan itu adalah salah satu strategi yang paling sederhana karena tanpa perlu banyak modal dan minim risiko, tetapi daya rusaknya dahsyat.
Korban Terus Bertambah

Hingga saat ini tim pemadam dan evakuasi menyatakan korban meninggal akibat kebakaran hutan di California sudah mencapai 56 orang. Sedangkan sekitar 103 orang yang rata-rata lanjut usia hilang dalam peristiwa itu.

Hingga saat ini pemadam masih terus berjibaku melawan api yang masih mengamuk. Kobaran si jago merah sudah menghanguskan sekitar 55 ribu hektare lahan.
"Kami tetap berusaha," kata Direktur Departemen Kehutanan dan Perlindungan Kebakaran California (Cal Fire), Ken Pimlott, seperti dilansir Reuters. (ayp/ayp)