Trump Jawab Pertanyaan soal Intervensi Rusia 'dengan Mudah'

CNN Indonesia | Sabtu, 17/11/2018 12:00 WIB
Trump Jawab Pertanyaan soal Intervensi Rusia 'dengan Mudah' Presiden Donald Trump mengaku dengan mudah menjawab pertanyaan tertulis dari Robert Mueller, penyelidik khusus dugaan intervensi Rusia dalam pemilu AS pada 2016 lalu. (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump mengaku dengan mudah menjawab semua pertanyaan tertulis dari Robert Mueller, penyelidik khusus dugaan intervensi Rusia dalam pemilihan umum Amerika Serikat pada 2016 lalu.

"Bukan pengacara saya yang menjawab pertanyaan itu. Saya yang menulis semua jawabannya. Saya ditanyai serangkaian pertanyaan. Saya menjawabnya dengan sangat mudah," ujar Trump sebagaimana dikutip Reuters, Jumat (16/11).

Menurut Trump, ada beberapa pertanyaan yang ia anggap sengaja dirancang untuk menggiringnya hingga dapat diadili.


"Saya yakin mereka mau menjebak saya, karena kalian tahu, mereka suka menangkap orang," ucap Trump.

"Anda harus berhati-hati dalam menjawab pertanyaan, karena ada orang yang memiliki niat buruk. Sekarang, pertanyaan-pertanyaan semacam itu secara rutin saya jawab."
Trump tak menjelaskan kapan ia akan menyerahkan jawaban itu kepada Mueller. Namun, seorang sumber mengatakan kepada Reuters sang presiden akan memberikan jawaban itu pekan depan.

Mueller sendiri ditunjuk khusus untuk menyelidiki dugaan intervensi Rusia dalam pemilu 2016 dengan tujuan akhir memenangkan Trump.

Sepanjang tahun ini, tim pengacara Trump bernegosiasi alot mengenai cara sang presiden menjawab semua pertanyaan yang diajukan Mueller dalam penyelidikan ini.
Tim Trump sepakat bahwa sang presiden akan menjawab pertanyaan Mueller secara tertulis. Namun, Mueller masih mungkin menekan Trump untuk menjawab langsung dalam satu sesi interogasi.

Selama ini, Trump sendiri selalu membantah ada kolusi antara tim kampanyenya dan Rusia. Ia pun menyebut penyelidikan ini sebagai operasi yang hanya mencari-cari kesalahan.

Penyelidikan ini kembali menjadi sorotan setelah Trump mendesak pengunduran diri Jeff Sessions dari posisi jaksa agung.
Sejumlah pejabat top dari Partai Demokrat memperingatkan Trump agar tak menghalangi penyelidikan intervensi Rusia dalam pemilu 2016.

Peringatan ini muncul karena Matthew Whitaker ditunjuk sebagai pengganti Sessions. Selama menjabat sebagai kepala staf Sessions, Whitaker terus berupaya untuk membatasi penyelidikan intervensi Rusia yang dipimpin oleh Robert Mueller itu.

Langkah Trump ini sebenarnya sudah diprediksi sejak tahun lalu, ketika Sessions menolak mengawasi langsung proses penyelidikan tersebut, diduga karena ia pun memiliki kaitan dengan Rusia saat membantu kampanye sang presiden.

[Gambas:Video CNN]

Sessions lantas memberikan kuasa kepada wakilnya, Rod Rosenstein, untuk mengawasi penyelidikan tersebut, membuat Trump kehilangan kendali.

Kini, Partai Demokrat pun meminta Whittaker untuk mengambil langkah serupa dengan Sessions.

"Melihat komentar dia sebelumnya yang berusaha membatasi penyelidikan Mueller, Whittaker harus melepaskan diri dari pengawasan selama menjabat sebagai jaksa agung," kata pemimpin Partai Demokrat dalam Senat, Chuck Schumer. (has/has)