Hal itu dikatakan terkait pemberitaan The Washington Post yang menyebutkan bahwa CIA telah menarik simpulan bahwa putera mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan itu.
"Beberapa laporan baru-baru ini yang menyebutkan bahwa Pemerintah AS telah membuat kesimpulan final [soal kasus Khashoggi] tak akurat," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert, dikutip dari Reuters, Minggu (18/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nauert mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan upaya pencarian fakta seputar kasus itu bersama negara-negara lain yang ikut terlibat.
"Sambil menjaga hubungan yang penting dan strategis antara AS dan Arab Saudi," sambungnya.
Foto wartawan AS kelahiran Arab Saudi Jamal Khashoggi dalam aksi protes di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (19/10). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan) |
Kepada Reuters, sebuah sumber mengatakan CIA telah memberi penjelasan kepada pemerintah AS dan Kongres tentang penilaiannya itu.
Pernyataan CIA tersebut sejauh ini menjadi penilaian AS yang paling keras dan jelas soal pembunuhan jurnalis Washington Post itu dan kaitannya dengan penguasa de facto Arab Saudi tersebut.
Namun, belum diketahui hasil pembicaraan tersebut.
Menurut The Washington Post, kesimpulan CIA itu didapat setelah menggali berbagai sumber intelijen, termasuk panggilan telepon antara Khashoggi dengan Khalid.
Putera mahkota kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman. (Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS) |
(arh)
Foto wartawan AS kelahiran Arab Saudi Jamal Khashoggi dalam aksi protes di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (19/10). (
Putera mahkota kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman. (