Tak Simpulkan Kasus Khashoggi, AS Jaga Hubungan dengan Saudi

Reuters, CNN Indonesia | Minggu, 18/11/2018 04:21 WIB
Tak Simpulkan Kasus Khashoggi, AS Jaga Hubungan dengan Saudi Jubir Kemenlu AS Heather Nauert. (Alex Wroblewski/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah AS mengaku akan terus menggali fakta kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi sambil menjaga hubungan baiknya dengan pemerintah Kerajaan Arab Saudi. Pemberitaan soal kesimpulan Badan Intelijen AS (CIA) dalam kasus itu pun disebut tak akurat.

Hal itu dikatakan terkait pemberitaan The Washington Post yang menyebutkan bahwa CIA telah menarik simpulan bahwa putera mahkota Kerajaan Arab Saudi Pangeran Mohammed bin Salman memerintahkan pembunuhan itu.

"Beberapa laporan baru-baru ini yang menyebutkan bahwa Pemerintah AS telah membuat kesimpulan final [soal kasus Khashoggi] tak akurat," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert, dikutip dari Reuters, Minggu (18/11).


"Masih ada pertanyaan-pertanyaan yang belum terjawab terkait dengan pembunuhan Khashoggi," ia menambahkan.

Nauert mengatakan pihaknya akan tetap melanjutkan upaya pencarian fakta seputar kasus itu bersama negara-negara lain yang ikut terlibat.

"Sambil menjaga hubungan yang penting dan strategis antara AS dan Arab Saudi," sambungnya.

Foto wartawan AS kelahiran Arab Saudi Jamal Khashoggi dalam aksi protes di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (19/10).Foto wartawan AS kelahiran Arab Saudi Jamal Khashoggi dalam aksi protes di depan Kedutaan Besar Arab Saudi, Jakarta, Jumat (19/10). (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump, saat terbang ke California, Sabtu (17/11), berbicara dengan Direktur CIA Gina Haspel dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo tentang pembunuhan Khashoggi melalui sambungan telepon.

Kepada Reuters, sebuah sumber mengatakan CIA telah memberi penjelasan kepada pemerintah AS dan Kongres tentang penilaiannya itu.

Pernyataan CIA tersebut sejauh ini menjadi penilaian AS yang paling keras dan jelas soal pembunuhan jurnalis Washington Post itu dan kaitannya dengan penguasa de facto Arab Saudi tersebut.

"Kami belum mendapat penjelasan," aku Trump, kepada wartawan di Gedung Putih, sebelum terbang ke California. "Kita akan berbicara dengan CIA nanti dan banyak lagi. Saya akan melakukan itu ketika aku di pesawat. Saya akan berbicara juga dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo," ia menambahkan.

Namun, belum diketahui hasil pembicaraan tersebut.

Menurut The Washington Post, kesimpulan CIA itu didapat setelah menggali berbagai sumber intelijen, termasuk panggilan telepon antara Khashoggi dengan Khalid.

Putera mahkota kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman.Putera mahkota kerajaan Arab Saudi Mohammed bin Salman. (Bandar Algaloud/Courtesy of Saudi Royal Court/Handout via REUTERS)
Dalam percakapan tersebut, Khalid mengatakan kepada Khashoggi bahwa wartawan itu harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen yang dibutuhkan. Khalid menjamin segalanya akan aman ketika Khashoggi datang ke konsulat.

(arh/arh)