Turki Berkeras Dalang Pembunuhan Khashoggi Harus Diadili

CNN Indonesia | Rabu, 21/11/2018 11:01 WIB
Turki Berkeras Dalang Pembunuhan Khashoggi Harus Diadili Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu. (AFP PHOTO / ADEM ALTAN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu mendesak Arab Saudi mengadili dalang yang memerintahkan pembunuhan Jamal Khashoggi, wartawan pengkritik Raja Salman, di Istanbul pada 2 Oktober lalu. Meski hingga saat ini belum ada bukti, tetapi tudingan itu diduga kuat mengarah kepada Putra Mahkota Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman.

"Siapa pun yang memberikan perintah (pembunuhan) harus diadili. Siapa pun yang melakukan kejahatan ini harus diadili," kata Cavusoglu seusai bertemu dengan Menlu Amerika Serikat Mike Pompeo di Washington, Selasa (20/11).

Turki menyatakan ketidakpuasan atas cara Saudi menangani kasus Khashoggi. Dalam kesempatan itu, Cavusoglu mengatakan Turki akan bekerja sama dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengusut tuntas kasus tersebut, jika hubungannya dengan Saudi menemui jalan buntu.
Dikutip AFP, Cavusoglu juga menegaskan pemerintah Turki akan merampungkan penyelidikan dan mencari tahu siapa otak di balik pembunuhan Khashoggi.


Pernyataan itu diutarakan Cavusoglu ketika nama Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman, terus disebut-sebut sebagai dalang pembunuhan Khashoggi.

Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) bahkan dilaporkan sudah menarik simpulan Pangeran Muhammad adalah orang yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

CIA menarik simpulan ini setelah menggali berbagai sumber intelijen, termasuk panggilan telepon antara Khashoggi dengan saudara Putra Mahkota yang juga menjabat sebagai Duta Besar Saudi untuk AS, Khalid bin Salman.

Dalam percakapan tersebut, Khalid mengatakan kepada Khashoggi wartawan itu harus pergi ke konsulat Saudi di Istanbul untuk mengambil dokumen yang dibutuhkan. Khalid menjamin segalanya akan aman ketika Khashoggi datang ke konsulat.
Meski demikian, Presiden Donald Trump menilai kesimpulan CIA itu terlalu prematur dan menginginkan laporan lengkap badan intelijennya itu terkait kasus ini.

Trump bahkan mengatakan bahwa pembunuh Khashoggi mungkin tidak akan terungkap selamanya dan berjanji akan tetap setia bersekutu dengan Saudi. Di sisi lain, keluarga kerajaan Saudi juga dikabarkan mulai menjauhi Pangeran Mohammed. Mereka juga disebut-sebut hendak menggagalkan supara Pangeran Mohammed tidak naik tahta menggantikan sang ayah, Raja Salman. (rds/ayp)