Singapura Kirim Pesawat Bantu Rekonstruksi Usai Gempa Sulteng

CNN Indonesia | Kamis, 22/11/2018 08:40 WIB
Singapura Kirim Pesawat Bantu Rekonstruksi Usai Gempa Sulteng Ilustrasi gempa Palu. (ANTARA FOTO/Mohamad Hamzah)
Jakarta, CNN Indonesia -- Singapura akan mengirimkan satu pesawat transportasi ke Sulawesi Tengah untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi usai gempa 7,4 skala Richter dan tsunami mengguncang Donggala dan Palu hingga menewaskan 1.200 orang pada September lalu.

Kementerian Pertahanan Singapura (Mindef) menyatakan bahwa pesawat C-130 milik Angkatan Udara Singapura (RSAF) itu akan dikerahkan selama satu pekan.

Sebagaimana dilansir The Straits Times, pesawat itu dikirim atas permintaan dari pemerintah Indonesia untuk membantu operasi Tentara Negara Indonesia (TNI).
Namun, Mindef tak menjabarkan waktu pasti pengiriman pesawat tersebut. Sementara itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelumnya menyebut bahwa proses rekonstruksi Palu akan dimulai pada Januari 2019.


Mindef kemudian menjelaskan bahwa sebelumnya, mereka juga sudah mengirimkan dua pesawat C-130 milik RSAF ke Sulteng untuk mengantarkan paket bantuan berupa tenda, makanan, air minum, dan alat medis pada 2 Oktober lalu.
Pesawat dan kru yang dikirim itu kemudian tinggal beberapa lama di Indonesia untuk membantu TNI. Salah satu pesawat baru kembali ke Singapura pada 17 Oktober, sementara yang lainnya pulang 26 Oktober lalu.

Gempa yang memicu tsunami pada 28 September itu memang mengundang perhatian internasional.

Pemerintah RI sendiri memberikan izin masuk bagi setidaknya 20 pesawat dari 11 negara untuk menanggulangi gempa itu, termasuk dari Singapura, Malaysia, Korea Selatan, Inggris, hingga Amerika Serikat. (has/has)