Dikutip Sputnik, Kamis (22/11), dalam pernyataannya Samuelsen mengatakan langkah tersebut diputuskan Denmark setelah melakukan sejumlah konsultasi dengan para menteri luar negeri negara Uni Eropa.
Saudi terus menjadi sorotan dunia internasional lantaran Putra Mahkota Mohammed bin Salman disebut-sebut berada di balik pembunuhan Khashoggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saudi menuturkan operasi itu dilakukan oleh sejumlah pejabat intelijen di luar kewenangan mereka. Negara kerajaan itu sejauh ini telah menahan 21 tersangka.
Di satu sisi, laporan Badan Intelijen Pusat Amerika Serikat (CIA) yang bocor ke media menyebutkan lembaga itu telah menarik simpulan Pangeran Mohammed adalah orang yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi.
CIA menarik simpulan ini setelah menggali berbagai sumber intelijen, termasuk panggilan telepon antara Khashoggi dengan saudara Putra Mahkota yang juga menjabat sebagai Duta Besar Saudi untuk AS, Khalid bin Salman.
Selain Denmark, sejumlah negara seperti Kanada dan Jerman juga melakukan hal serupa. Pada 22 Oktober lalu, Kanselir Jerman Angela Merkel menyatakan Jerman berhenti menjual senjata ke Saudi untuk sementara waktu.
Merkel menyatakan kecamannya terhadap pembunuhan Khashoggi dan mendesak klarifikasi terkait kasus tersebut.
Ottawa dan Riyadh telah menyepakati kesepakatan jual-beli senjata senilai US$11,4 miliar atau setara Rp173,9 triliun. Dalam kontrak itu tercantum salah satu klausul yang mengharuskan negara pembeli alutsista Kanada bebas dari pelanggaran HAM.
Trudeau menuturkan Kanada bisa membatalkan perjanjian kerja sama itu jika Saudi tidak mengikuti klausul-klausul tersebut. (rds/ayp)