Putra Mahkota Disebut Kontak Tim Sebelum Khashoggi Dieksekusi

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 14:10 WIB
Putra Mahkota Disebut Kontak Tim Sebelum Khashoggi Dieksekusi Putra Mahkota Arab Saudi disebut sempat mengirim 11 pesan kepada penasihatnya yang merupakan salah satu dari 15 orang anggota tim pengeksekusi Jamal Khashoggi. (Reuters/Saudi Press Agency)
Jakarta, CNN Indonesia -- Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), disebut sempat mengirim 11 pesan elektronik kepada penasihatnya, Saud al-Qahtani, yang merupakan salah satu dari 15 orang anggota tim pengeksekusi Jamal Khashoggi.

Mengutip laporan Badan Pusat Intelijen Amerika Serikat (CIA), The Wall Street Journal memberitakan bahwa belasan pesan itu dikirim MbS beberapa jam sebelum Khashoggi, wartawan pengkritik Raja Salman, tewas dibunuh di gedung konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober lalu.

Meski begitu, sebagaimana diberitakan AFP, surat kabar itu menyatakan bahwa laporan CIA itu tidak jelas menjabarkan isi belasan pesan tersebut. CIA juga tak menjelaskan format pesan elektronik tersebut.
Dalam laporan CIA itu, MbS juga disebut sempat mengungkap upayanya membujuk Khashoggi untuk pulang ke Saudi. MbS disebut mengatakan kepada beberapa rekannya jika dia gagal membujuk Khahsoggi pulang, "kita mungkin akan membujuknya dari luar Saudi dan membuat kesepakatan."


Komunikasi itu disebut CIA "memperjelas operasi yang sengaja dilakukan Saudi terhadap Khashoggi."

Sementara itu, The Wall Street Journal menyatakan telah meninjau laporan CIA tersebut. Koran itu menyatakan CIA tampaknya mendapatkan kutipan pesan-pesan MbS itu dari hasil penyadapan barang elektronik dan informasi rahasia lainnya.
Selama ini, MbS terus dituding sebagai otak di balik konspirasi tersebut. Berdasarkan laporan yang bocor ke media beberapa waktu lalu, CIA bahkan telah menyimpulkan bahwa MbS lah yang memerintahkan pembunuhan Khashoggi.

CIA menarik simpulan ini setelah menggali berbagai sumber intelijen, termasuk panggilan telepon antara anggota tim pembunuh Khashoggi dengan saudara MbS yang juga menjabat sebagai Duta Besar Saudi untuk AS, Khalid bin Salman.

Meski sempat menampik, Saudi akhirnya mengakui bahwa Khashoggi tewas di dalam gedung konsulatnya. Namun, Riyadh menegaskan kerajaan tidak terlibat konspirasi pembunuhan tersebut.

Saudi menuturkan operasi itu dilakukan oleh sejumlah pejabat intelijen di luar kewenangan mereka. Negara kerajaan itu sejauh ini telah menahan 21 tersangka. (rds/has)