Rusia Masih Enggan Pulangkan Kapal dan Pelaut Ukraina

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 21:21 WIB
Rusia Masih Enggan Pulangkan Kapal dan Pelaut Ukraina Presiden Rusia, Vladimir Putin. (REUTERS/Alexander Zemlianichenko/Pool)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden RusiaVladimir Putin menyatakan belum berniat memulangkan 24 pelaut dan kapal milik Angkatan Laut Ukraina yang disita dalam insiden di Selat Kirch, Laut Azov, pada 25 November lalu. Dia beralasan kejadian itu masih diselidiki dan menuding Ukraina yang memulai provokasi.

"Kami belum terpikir melakukan pertukaran dan Ukraina tidak menyatakan hal ini juga. Kami butuh penegasan ini adalah akibat provokasi pemerintah Ukraina untuk dituliskan dalam laporan," kata Putin dalam KTT G20 di Buenos Aires, Argentina, dilansir The Guardian, Senin (3/12).

Putin menuding Presiden Ukraina, Petro Poroshenko tidak serius menyelesaikan persoalan ini. Dia bahkan menuding Poroshenko sengaja menghasut dan memancing pertikaian, supaya memiliki dalih jika berperang maka akan menyebabkan ekonomi mereka semakin memburuk.
Menurut Putin, sebelum insiden itu terjadi, kedua belah pihak sudah saling kontak. Aparat Rusia memaksa Ukraina menyewa pilot mereka jika ingin melintas di Laut Azov. Namun, versi Putin menyatakan kapal Ukraina menerobos dan akhirnya ditangkap.


Sedangkan Ukraina berkeras mereka tidak perlu menyewa pilot Rusia, berdasarkan perjanjian pada 2003 yang menyatakan mereka dibolehkan melintas di selat itu.

Sedangkan menurut penelusuran, diduga kuat Rusia menembak kapal Ukraina ketika berada di perairan internasional.

"Mereka lalu mengancam akan meledakkan jembatan itu. Penjaga pantai sudah meminta mereka berhenti, tetapi tidak dihiraukan. Penjaga perbatasan hanya melakukan apa yang menjadi kewajiban mereka," kata Putin.
Hingga saat ini Ukraina memberlakukan status darurat militer selama 30 hari akibat insiden itu. Kedua belah pihak dikabarkan sudah mengirim pasukan dan persenjataan untuk memperkuat wilayah perbatasan.

Poroshenko meminta anggota NATO, termasuk Jerman, untuk mengirimkan kapal-kapal angkatan laut ke Laut Azov buat mendukung Ukraina menghadapi konflik dengan Rusia.

Pemimpin NATO, Jens Stoltenberg, menuntut Rusia membebaskan kapal dan pelaut Ukraina, dengan memperingatkan bahwa tindakan yang sudah dilakukan memunculkan konsekuensi besar.
Poroshenko juga menyampaikan kepada surat kabar Jerman bahwa Kanselir Jerman, Angela Merkel merupakan teman baik Ukraina.

PBB sudah meminta kedua belah pihak melakukan perundingan. Namun, situasi tetap tegang dan perang bisa meletup kapan saja. (ayp/ayp)