Mantan Pengacara Trump Akui Bohong Soal Proyek Menara Moskow

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 30/11/2018 15:13 WIB
Mantan Pengacara Trump Akui Bohong Soal Proyek Menara Moskow Setelah pengakuan sang mantan pengacara, tiba-tiba Trump membatalkan pertemuan dengan Putin. (Foto: REUTERS/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Michael Cohen, mantan pengacara pribadi Donald Trump mengaku bersalah pada Kamis(29/11) karena telah berbohong pada Kongres mengenai gedung pencakar langit yang diusulkan Trump di Moskow. Hal ini mendorong Trump untuk menyerang Cohen sebagai pembohong dan orang yang lemah.

Cohen yang merupakan orang terdekat Trump di masa lalu menyebut dirinya adalah 'pemecah masalah' presiden. Ini dapat digambarkan dari upayanya yang ambisius untuk mengejar proyek real estate Moskow, dan membawanya ke dalam kampanye presiden AS 2016 lebih lambat dari yang diungkapkan sebelumnya.

Seperti dilansir dari Reuters, Michael Cohen memasukkan pembelaan bersalahnya di pengadilan federal Manhattan untuk satu tuduhan yaitu pernyataan palsu kepada dua panel kongres mengenai proyek tersebut.


Menurut dokumen pengadilan, Cohen memberi penjelasan kepada Trump mengenai proyek tersebut lebih dari tiga kali.


Tidak lama setelah Cohen memasukkan permohonannya, Trump tiba-tiba membatalkan pertemuan dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin yang dijadwalkan berlangsung selama KTT G20 di Buenos Aires, Argentina pekan ini.

Cohen mengaku bersalah pada Agustus dengan delapan tuduhan pidana, termasuk penggelapan pajak, penipuan bank, dan pelanggaran dana kampanye, dalam kasus terpisah yang dibawa oleh jaksa federal di New York. Hukumannya dalam kasus tersebut akan dibacakan pada 12 Desember 2018.

Pada Kamis (29/11) di pengadilan Cohen menyatakan dia telah menyerahkan pernyataan tertulis kepada Kongres pada 2017 bahwa semua upaya yang berkaitan dengan proyek real estate di Moskow telah berakhir pada Januari 2016.

Cohen mengatakan sebenarnya upaya tersebut akan berlanjut hingga Juni 2016, setelah Trump meraih nominasi presiden dari Partai Republik.

Proposal untuk membangun menara bertuliskan nama Trump di Moskow akhirnya tidak tercapai. Cohen memberikan pernyataan palsu kepada komite intelijen Senat dan Dewan Perwakilan Rakyat untuk menciptakan kesan bahwa proyek telah berakhir saat musim perdana politik dimulai.


Trump menjaga jarak dari Cohen, yang tahun lalu telah menyatakan kepada media bahwa dia akan 'menyiapkan peluru' untuk Trump.

"Dia adalah orang yang lemah dan bukan orang yang sangat pintar," kata Trump kepada wartawan.

"Dia mendapatkan hukuman penjara yang jauh lebih besar, dan dia berusaha mendapatkan hukuman penjara yang lebih ringan dengan mengarang cerita ini," lanjutnya.

Trump yang pekan lalu mengajukan jawaban tertulis atas pertanyaan yang diajukan dalam penyelidikan Mueller, menyebut proyek Moskow itu adalah kesepakatan yang tidak terjadi karena ia sibuk mencalonkan diri sebagai presiden.


"Bahkan jika dia benar, itu tidak masalah karena saya diizinkan untuk melakukan apapun yang saya inginkan selama kampanye," tambah Trump.

"Saya menjalankan bisnis saya, banyak hal yang berbeda terjadi selama kampanye. Semua orang tahu tentang kesepakatan ini. Saya tidak berusaha menyembunyikan apapun," sebutnya.

Pengacara Trump saat ini, Rudy Giuliani mengatakan kliennya telah memberikan jawaban tertulis atas pertanyaan-pertanyaan dari Mueller tentang proyek Moskow. Ketika ditanya apakah ada jawaban yang bertentangan dengan Cohen, ia menyebut setahunya tidak ada yang bertentangan.

Cohen mengklaim bahwa dalam pernyataannya kepada Kongres, dirinya sudah jarang berhubungan dengan Trump mengenai proyek tersebut. Ia pun tidak pernah mengambil langkah apapun untuk melakukan perjalanan ke Rusia, meski pernah mendiskusikan hal itu.


Mueller, yang mengambil-alih penyelidikan Rusia dari FBI pada Mei 2017, telah mendapatkan pengakuan bersalah dari beberapa mantan pembantu dan rekan-rekan Trump, termasuk mantan ketua kampanye Paul Manafort dan mantan penasehat keamanan nasional Michael Flynn, dan juga telah menuduh sejumlah orang Rusia dan entitas.

Joshua Dressler, seorang profesor hukum Ohio State University, mencatat bahwa permohonan Cohen datang setelah Trump menyerahkan tanggapan tertulisnya kepada Mueller.

"Jika Trump ditanyai sesuatu yang berkaitan dengan hal-hal yang diakui Cohen dan dia berbohong, maka dia telah berbohong kepada jaksa khusus, yang merupakan kejahatan dan pelanggaran yang tidak dapat dipatahkan," kata Dressler. (ghn/rea)