Pengadilan Gaza Hukum Mati 6 Orang Diduga Mata-mata Israel

CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 14:28 WIB
Pengadilan Gaza Hukum Mati 6 Orang Diduga Mata-mata Israel Ilustrasi. (Pixabay/Succo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pengadilan militer di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas, salah satu faksi politik di Palestina, menjatuhkan vonis hukuman mati atas enam orang yang dituduh bekerja sama dengan Israel.

Kementerian Dalam Negeri di Gaza menjabarkan total 14 orang dihukum karena "berkolaborasi" dengan Israel, lima di antaranya dihukum gantung dan seorang lainnya ditembak mati.

"Mereka terlibat pemasangan alat komunikasi dan penyadapan pendudukan Israel," ucap juru bicara kementerian tersebut, Iyad al-Bozum, kepada AFP pada Senin (3/12).
Enam orang yang dijatuhi hukuman mati tersebut berusia sekitar 29-55 tahun. Mereka diduga bekerja dengan intelijen Israel selama beberapa tahun.


Salah satu dari enam orang yang divonis hukuman mati itu adalah seorang perempuan yang diketahui berama Amal Mahmoud. Perempuan 55 tahun itu dikabarkan tinggal di Israel.

Kementerian tersebut menyatakan Mahmoud dijatuhi hukuman dalam sidang in absentia. Dia diduga membujuk keponakannya di Gaza untuk berkolaborasi dengan intelijen Israel.
Sementara itu, delapan orang lainnya dihukum kerja paksa selama enam hingga 15 tahun.

Bozum memuji keputusan pengadilan itu sebagai "pesan yang jelas" bagi mereka yang akan bekerja sama dengan Israel.

"Para kolaborator harus menyadari bahwa pendudukan (Israel) tidak akan dapat melindungi mereka," tuturnya.

Hukuman mati tersebut memicu kecaman keras dari sejumlah kelompok pemerhati hak asasi manusia, termasuk Direktur Human Rights Watch untuk wilayah Israel dan Palestina, Shakir.

"Hukuman mati adalah praktik biadab dan salah, tidak peduli apa pun situasi dan keadaannya," kata Shakir.
Hingga kini belum jelas kapan eksekusi mati keenam orang itu akan berlangsung.

Berdasarkan data Palestinian Centre for Human Rights, Hamas telah melakukan 28 eksekusi mati sejak mereka merebut kendali atas Gaza dari Fatah pada 2007 lalu.

Pada Mei 2017, Hamas mengundang wartawan untuk menghadiri pelaksanaan hukuman gantung terhadap tiga terpidana pembunuhan di Kota Gaza. Ketiga pria itu disebut bersalah karena membunuh seorang komandan militer senior gerakan Islam.

Sementara itu, selama berseteru dengan Israel sejak 2014 lalu, regu tembak angkatan bersenjata Hamas telah membunuh enam orang yang dituduh berkolaborasi dengan Negara Zionis tersebut. (rds/has)