Tabrakan Pesawat Militer AS di Jepang, Satu Awak Tewas

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 10:38 WIB
Tabrakan Pesawat Militer AS di Jepang, Satu Awak Tewas Ilustrasi F-18. (LCPL JOHN MCGARITY, USMC via Wikimedia)
Jakarta, CNN Indonesia -- Satu kru pesawat ditemukan tewas akibat insiden dua pesawat militer Amerika Serikat yang bertabrakan di lepas pantai Jepang pada Kamis (6/12).

Korps Marinir AS menyatakan salah satu personelnya tersebut ditemukan oleh kapal militer Jepang sekitar pukul 12.13 waktu lokal.

Juru bicara Kementerian Pertahanan Jepang, Norio Harada, mengatakan jenazah sudah dievakuasi ke fasilitas medis.
Sejauh ini, tim SAR baru menemukan dua dari total tujuh awak pesawat KC-130 dan jet tempur F-18 tersebut.


Dua pejabat Kementerian Pertahanan AS meyakini ada lima kru pesawat dalam KC-130. sementara F-18 membawa dua awak.

Petugas humas Angkatan Bersenjata Marinir ke-3 yang berbasis di Okinawa, Letnan Satu Josh Hayes, mengatakan satu kru yang lebih dulu ditemukan kini "dalam keadaan stabil", sementara lima lainnya masih hilang.
Hayes mengatakan tim SAR telah melakukan pencarian selama 24 jam tanpa henti meski hujan badai dan angin berkekuatan hingga 64 kilometer perjam terus mengguyur perairan tersebut.

"Cuaca menjadi salah satu faktor (penghambat) pencarian. Proses ini adalah upaya penuh tim antara kami dan angkatan bersenjata Jepang. Kami berharap para marinir kami bisa selamat," ucap Hayes.

Menurut Kementerian Pertahanan Jepang, KC-130 dan jet tempur F/A-18 bertabrakan pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.42 waktu lokal di lepas pantai negara itu.

[Gambas:Video CNN]

Kecelakaan terjadi sekitar 321 kilometer di lepas pantai Iwakuni, Jepang.

Dikutip CNN, Korps Marinir AS melaporkan insiden itu terjadi ketika kedua pesawat sedang melakukan latihan rutin pengisian bahan bakar di udara.

Melalui pernyataan, Armada Ketujuh AS di Pasifik menyatakan pihaknya juga ikut membantu misi pencarian bersama pesawat P-8A patroli maritim dari pangkalan udara Kadena.

Sementara itu, Jepang juga mengarahkan 10 pesawat militer dan tiga kapalnya untuk membantu proses evakuasi tersebut. (rds/has)