Gaji Bos Japan Airlines 'Disunat' Karena Pilot Ketahuan Mabuk

CNN Indonesia | Senin, 03/12/2018 23:08 WIB
Gaji Bos Japan Airlines 'Disunat' Karena Pilot Ketahuan Mabuk Ilustrasi pesawat maskapai Japan Airlines. (REUTERS/Kyodo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Direktur maskapai Japan Airlines (JAL), Yuji Akasaka dikabarkan dipotong. Hal itu sebagai hukuman, karena pilot maskapai itu ditangkap lantaran terbukti mabuk sesaat sebelum terbang pada Oktober lalu.

Akibatnya, gaji Yuji 'disunat' sebesar 20 persen selama tiga bulan terhitung mulai bulan Desember 2018 dan seterusnya. Ia juga secara sukarela mengembalikan 20 persen dari gaji di bulan sebelumnya, seperti disampaikan JAL pada Jumat (30/11) pekan lalu.

Mengutip Japan Today, beberapa petinggi JAL juga menerima pemotongan gaji akibat kejadian itu.


Maskapai penerbangan itu juga menyatakan permintaan maaf atas ketidaknyamanan dan rasa khawatir yang harus dilalui semua pihak.
Lebih lanjut, JAL berjanji akan membuat kebijakan manajemen yang efektif dan ketat pada semua tingkatan, agar insiden serupa tak terulang.

Pada Oktober lalu, seorang pilot Japan Airlines, Katsutoshi Jitsukawa ditangkap karena mengonsumsi alkohol sesaat sebelum penerbangan di Bandara Heathrow, London, Inggris.

Jitsukawa ketahuan mabuk setelah sopir bus yang mengantarnya ke bandara mencium bau alkohol dan langsung melaporkannya ke aparat.

Setelah dilakukan tes pernapasan, Jitsukawa terbukti mengonsumsi alkohol dengan hasil tes mendapati kandungan alkohol hingga 189 miligram dalam tubuhnya. Padahal menurut aturan, batas kadar alkohol dalam tubuh pilot adalah 20 miligram.
Jitsukawa mengaku mengonsumsi dua botol anggur dan lebih dari 1,8 liter bir lebih dari enam jam sebelum pesawat yang ia terbangkan dijadwalkan berangkat dari London ke Tokyo.

Jitsukawa dijatuhi hukuman 10 bulan penjara oleh pengadilan Inggris lantaran ulahnya tersebut. (fey/ayp)