Sempat Hilang, Putri Dubai Diklaim Pulang dengan Selamat

CNN Indonesia | Jumat, 07/12/2018 11:37 WIB
Sempat Hilang, Putri Dubai Diklaim Pulang dengan Selamat Ilustrasi. (Istockphoto/iweta0077)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setelah berbulan-bulan bungkam, otoritas Dubai mengklaim salah satu putrinya, Sheikha Latifa, yang sempat dikabarkan menghilang 9 bulan lalu, telah pulang dan dalam kondisi aman bersama keluarganya.

"Yang Mulia Sheikha Latifa saat ini dalam kondisi aman di Dubai," bunyi pernyataan yang dirilis Pengadilan Kerajaan Dubai pada Kamis (6/12).

Institusi itu bahkan mengatakan Sheikha Latifa tengah mempersiapkan perayaan hari ulang tahunnya yang ke-33.


"Sheikha Latifa dan keluarganya tengah berencana merayakan hari ulang tahunnya hari ini yang digelar secara damai dan tertutup, dan membangun masa depannya yang bahagia dan stabil."
Sheikh Latifa, anak dari pemimpin Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid al-Maktoum, sempat menjadi perhatian publik ketika secara blak-blakan menceritakan upayanya untuk keluar dari Uni Emirat Arab dan kabur dari sang ayah.

Sebuah organisasi pemerhati hak asasi manusia merilis video di mana Latifa bercerita mengenai alasannya kabur.

Perempuan kelahiran 1985 itu berupaya kabur dari rumahnya pada Maret lalu setelah mengeluh terkait perlakukan ayahnya yang represif.
Latifa kabur melalui perbatasan ke Oman dengan bantuan seorang teman. Dia lalu kabur ke India menggunakan kapal dibantu oleh seorang warga Prancis, Herve Jaubert, yang berhasil melarikan diri dari Uni Emirat Arab pada 2010 lalu.

Dikutip The Telegraph, sebelum sampai ke pesisir India, kapal Sheikha Latifa dicegat oleh tiga kapal perang India dan dua kapal perang Uni Emirat Arab. Jaubert mengklaim dia dan krunya dipukuli oleh pasukan Uni Emirat Arab sebelum Latifa dibawa pergi.

Seluruh akun media sosial Latifa ditutup tak lama setelah itu. Selama ini, Latifa kerap menceritakan kisahnya melalui jagad maya.

"Ayah saya adalah orang paling jahat yang pernah saya temui dalam hidup saya," ucap Latifa sambil menangis dalam video yang dirilis di YouTube.

"Jika Anda menonton video ini, berarti bukan pertanda baik. Entah saya mati atau saya berada di dalam situasi yang sangat, sangat buruk."
Sejak video itu muncul, Latifa tidak terdengar lagi hingga memicu ketakukan akan keselamatannya.

Kisah Latifa bahkan dibuat BBC2 menjadi sebuah film dokumenter berjudul Escape from Dubai, yang disiarkan untuk pertama kalinya pada Kamis kemarin.

Dalam film tersebut, seorang kerabat mengaku bahwa Latifa menghabiskan tujuh tahun untuk merencanakan upaya kaburnya. Kerabat tersebut juga mengatakan bahwa Latifa kerap bercerita bahwa dia lebih baik mati daripada kembali kepada keluarganya.

Film tersebut dianggap bisa memberikan tekanan kepada Sheikh Mohammed untuk menjelaskan keberadaan sang putri. (has)