Malaysia Tangkap Terduga Teroris Pendana ISIS dan JAD

CNN Indonesia | Senin, 10/12/2018 17:23 WIB
Malaysia Tangkap Terduga Teroris Pendana ISIS dan JAD Ilustrasi. (Istockphoto/BrianAJackson)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kepolisian Diraja Malaysia menahan tujuh terduga teroris, dua di antaranya dituduh mendanai kelompok ISIS dan Jamaah Ansharut Daulah (JAD)-salah satu kelompok teror terbesar di Indonesia.

Inspektur Jenderal Kepolisian Malaysia, Fuzi Harun, mengatakan bahwa salah satu tersangka ditangkap di Bedong, Kedah, karena diduga mengirim uang kepada salah satu sel JAD yang melakukan serangan di Jawa Tengah pada April 2017 lalu.

JAD dibentuk pada 2015 lalu. Puluhan anggota kelompok ekstremis asal Indonesia itu telah bersumpah mengabdi kepada ISIS. JAD bertanggung jawab atas sejumlah serangan teror besar di Indonesia sejak 2015 lalu.
Tersangka tersebut merupakan bagian dari tujuh orang yang ditangkap dalam operasi kepolisian sejak 19 November hingga 28 Desember mendatang di beberapa wilayah Negeri Jiran seperti Kelantan, Selangor, Sabah, dan Kedah.


Tujuh terduga teroris itu terdiri dari lima orang warga Malaysia, sementara dua lainnya warga Filipina.

Fuzi menuturkan satu tersangka berprofesi sebagai insinyur yang bekerja di sebuah perusahaan minyak dan gas. 
Terduga ditangkap di Kajang, Selangor, atas tuduhan memberikan uang sebesar 14 ribu ringgit atau Rp48,8 juta kepada Wanndy Mohamed Jedi, warga Malaysia yang bergabung dengan ISIS di Suriah pada 2016-2017 lalu.


Wanndy dikabarkan tewas akibat serangan udara ketika berperang bersama ISIS pada 2017 lalu.

Kepolisian Malaysia juga menahan seorang anggota Abu Sayyaf yang terlibat tiga penculikan di selatan Filipina dan Sabah.

"Tersangka terdaftar sebagai seorang individu yang dicari oleh Komando Keamanan Sabah Timur untuk membantu penyelidikan kasus-kasus kriminal di wilayah itu," kata Fuzi seperti dikutip Channel NewsAsia.
Kepolisian juga dilaporkan menangkap seorang warga Filipina dan istrinya yang merupakan warga Malaysia di Tenom, Sabah. Keduanya dituduh menyembunyikan informasi terkait kehadiran anggota Abu Sayyaf di wlayah itu.

Selain itu, kepolisian juga menangkap dua terduga teroris lainnya yang diduga tengah merencanakan serangan di Negeri Jiran. Keduanya disebut menerima perintah langsung dari ISIS.

Sumber intelijen Malaysia mengatakan bahwa kedua tersangka itu berasal dari sel ISIS yang sama, tapi tak saling kenal.
"Kedua pria itu menerima perintah melancarkan serangan teror dari seorang anggota ISIS yang merupakan warga Malaysia di Suriah bernama Akel Zainal," ucap sumber tersebut kepada Channel NewsAsia.

Salah satu tersangka lainnya berusia 28 tahun dan bekerja sebagai penjual madu. Dia ditangkap di Kelantan.

Sementara itu, terduga lainnya yang berusia 35 tahun juga ditangkap di Kelantan. Dia dikabarkan berprofesi sebagai karyawan sebuah sekolah mengemudi.

"Tersangka itu diyakini telah menerima perintah dari warga Malaysia yang merupakan tangan kanan ISIS di Suriah untuk meluncurkan serangan-serangan ke tempat ibadah non-Muslim di Malaysia," kata Fuzi. (rds/has)