Dilansir dari AFP, May akan menyambangi parlemen pada Senin (17/12) mendatang. Datangnya kabar tersebut membuat nilai mata uang Inggris, poundsterling turun tajam terhadap dolar.
Pasalnya, pertemuan ini dinilai meningkatkan ketidakpastian mengenai apakah Inggris akan menyetujui persyaratan dengan Uni Eropa sebelum meninggalkan blok pada Maret tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemimpin Partai Buruh Oposisi Jeremy Corbyn mengatakan penundaan pemungutan suara adalah "langkah putus asa".
"Kami tahu setidaknya selama dua minggu semua kesepakatan terburuk Theresa May akan ditolak oleh parlemen karena itu merusak Inggris," katanya.
"Sebaliknya, dia membanting ke depan ketika dia harus kembali ke Brussels untuk menegosiasikan kembali atau mengadakan pemilihan sehingga publik dapat memilih pemerintahan baru."
Poundsterling kehilangan 0,4 persen terhadap dolar dibandingkan dengan nilai penutupan hari Jumat. (age)