Latihan Militer, Rusia Kirim 2 Pesawat Pengebom ke Venezuela

CNN Indonesia | Selasa, 11/12/2018 11:15 WIB
Latihan Militer, Rusia Kirim 2 Pesawat Pengebom ke Venezuela Ilustrasi TU-160. (AFP Photo/Federico Parra)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rusia mengerahkan empat pesawat militer, termasuk dua pesawat pengebom jarak jauh TU-160, ke Venezuela untuk mengikuti latihan angkatan udara pada Senin (10/12).

Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino, juga menyambut sekitar 100 pilot Rusia dan personel militer lainnya bersama pesawat-pesawat tersebut.

"Pengerahan ini menunjukkan kami juga tengah mempersiapkan pertahanan Venezuela ke titik maksimal ketika diperlukan," tutur Padrino seperti dikutip AFP.
Selain dua TU-160, pesawat angkut An-124 dan pesawat penumpang militer II-62 milik Rusia juga ikut dikerahkan dalam latihan tersebut.


Padrino mengatakan pesawat-pesawat militer Rusia juga pernah mengunjungi negaranya pada 2013 lalu. Meski begitu, dia menegaskan kunjungan pesawat militer Rusia kali ini adalah "pengalaman baru."

"Latihan ini diadakan guna meningkatkan tingkat interoperabilitas dari sistem pertahanan udara kedua negara," ucap Padrino.
Tidak jelas berapa lama pesawat-pesawat Rusia itu akan beroperasi di Venezuela. Padrino juga tak menjelaskan secara rinci mengenai latihan militer bersama kedua negara tersebut.

Namun, latihan militer ini dilakukan Venezuela ketika negara di Amerika Selatan itu tengah dirundung krisis politik dan ekonomi berkepanjangan. Caracas juga tengah diisolasi oleh sanksi dan embargo dari komunitas internasional.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro kerap menuduh Amerika Serikat membuat rencana untuk melawan pemerintahannya dan ingin ia digulingkan.

Latihan militer kedua negara juga berlangsung tak lama setelah Maduro bertemu Presiden Vladimir Putin di Moskow pada awal Desember lalu.
Dalam pertemuan itu, Rusia sepakat menggelontorkan dana investasi sebesar US$6 miliar untuk industri gas dan minyak di Venezuela.

Venezuela dan Rusia memiliki riwayat hubungan yang panjang. Kedua negara terkenal dekat, terutama ketika Venezuela masih dipimpin pendahulu Maduro, Hugo Chavez, yang dianggap Rusia sebagai sahabat.

Menolak lengser, Maduro hingga kini masih terus berupaya mencari dukungan dari sekutu-sekutunya di luar negeri walaupun dia menghadapi tekanan dari rakyatnya sendiri.

Rusia, kreditur utama Venezuela, menjadi salah satu harapan terbesar Maduro di tengah isolasi dunia saat ini. (rds/has)