Ditentang Senat, Trump Tetap Bela Saudi soal Khashoggi

CNN Indonesia | Rabu, 12/12/2018 10:32 WIB
Ditentang Senat, Trump Tetap Bela Saudi soal Khashoggi Donald Trump mengaku akan tetap mendukung Putra Mahkota Arab Saudi meskipun Senat mendesaknya untuk mengeluarkan kecaman terkait pembunuhan Jamal Khashoggi. (Reuters/Mike Segar)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Donald Trump mengaku akan tetap mendukung Putra Mahkota Arab Saudi, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), meskipun Senat sudah mendesaknya untuk mengeluarkan kecaman terkait pembunuhan Jamal Khashoggi.

"Dia adalah pemimpin Arab Saudi. Mereka adalah sekutu yang sangat baik," ujar Trump dalam wawancara khusus dengan Reuters di Gedung Putih, Selasa (11/12).

Dalam sesi khusus itu, Trump memang tak mau berkomentar mengenai dugaan MbS sebagai dalang di balik pembunuhan jurnalis pengkritik Saudi tersebut.
Namun, pernyataan ini disebut-sebut sebagai dukungan Trump yang paling eksplisit setelah kasus Khashoggi terkuak pada Oktober lalu.


Ketika ditanya apakah mendukung pemerintah Saudi berarti membela MbS, Trump hanya menjawab, "Ya, untuk saat ini, memang demikian."

Reuters kemudian bertanya mengenai kabar bahwa keluarga kerajaan Saudi sebenarnya berupaya agar MbS tak naik takhta menjadi raja.
Sejumlah sumber bahkan mengatakan kepada Reuters bahwa AS dan Trump secara khsusu bisa berperan besar dalam hal ini.

Menjawab pertanyaan itu, Trump berkata, "Saya baru dengar. Sejujurnya, saya tidak bisa berkomentar karena saya sama sekali belum mendengar hal itu. Namun, apa pun yang terjadi, saya dengan dia (MbS) punya kekuatan yang besar."

Pernyataan ini dilontarkan di tengah desakan berbagai pihak agar Trump bertindak lebih tegas terhadap Saudi terkait kasus pembunuhan Khashoggi yang merupakan kolumnis The Washington Post.
Ditentang Senat, Trump Tetap Bela Saudi soal KhashoggiIlustrasi penyelidikan kasus Jamal Khashoggi. (Reuters/Kemal Aslan)
Sejak kasus pembunuhan di gedung Konsulat Saudi di Istanbul, Turki, ini terkuak, Trump memang dianggap terlalu lembek, bahkan cenderung membela Saudi.

Ketika Badan Intelijen Pusat (CIA) dilaporkan sudah menarik simpulan bahwa MbS memerintahkan langsung pembunuhan itu, Trump bahkan membantah mentah-mentah pemberitaan tersebut.

Sikap lembek Trump ini memunculkan kecurigaan atas hubungan bisnis sang presiden dengan Saudi, membuat desakan semakin kuat. Tak hanya oposisi, desakan ini juga datang dari kubu Trump sendiri di Partai Republik.

"Anda pasti benar-benar buta jika tidak bisa melihat simpulan bahwa ini memang dirancang dan direncanakan oleh orang-orang di bawah perintah MbS," ucap seorang senator dari Partai Republik, Lindsey Graham.
Graham sendiri sebelumnya selalu membela Saudi, tapi ketika kabar Khashoggi ini mencuat, ia langsung meminta Trump menjatuhkan sanksi atas Saudi.

Kini, Graham juga mendukung upaya Senat untuk mengajukan pernyataan kecaman atas Saudi terkait kasus Khashoggi yang nantinya akan diserahkan kepada Trump untuk ditandatangani.

Berbicara tentang resolusi ini, Trump enggan memberikan komentar lebih lanjut dan hanya mengatakan bahwa ia akan bertemu lebih dulu dengan para senator.

[Gambas:Video CNN]

Dalam pertemuan itu, Trump akan meminta para senator agar tak mendesak penghentian jual beli senjata dengan Saudi yang akan membuat uang ratusan dolar itu berpindah ke tangan Rusia dan China.

"Saya sangat berharap mereka tidak menyarankan agar kami tidak mengambil ratusan dolar yang akan mereka alihkan ke Rusia dan China," katanya. (has/has)