Seorang pejabat Korea Selatan mengonfirmasi kepada CNN bahwa rasa sesal itu disampaikan ketika Menteri Luar Negeri Korut, Ri Yong-ho, berkunjung ke Vietnam pada awal bulan ini.
Berdasarkan laporan kantor berita Korut, KCNA, dalam lawatan itu Ri Yong-ho dan menteri luar negeri Vietnam "bertukar pandangan mendalam dan mencapai kesepahaman pada isu untuk menguatkan hubungan pertemanan dan kerja sama antara kedua negara."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak lama setelah itu, aparat Malaysia juga mengadili empat warga Korut yang diduga terlibat dalam kasus pembunuhan ini, memperkuat indikasi rezim Kim Jong-un sebagai dalang insiden tersebut.
Selama ini, baik Siti dan Doan mengaku tidak bersalah. Mereka merasa diperdaya karena diyakinkan sedang menjalankan acara lelucon televisi dengan target menjahili orang lain.
Pengacara Siti, Gooi Soon Seng, juga mengeluhkan sejumlah kejanggalan dalam persidangan kliennya, termasuk bukti yang tidak kuat.
Dalam rekaman tersebut tidak ada adegan yang menujukkan Siti ikut mengusapkan zat yang selama ini disebut racun syaraf VX ke wajah Kim Jong-nam.
Gooi pun mendesak pengadilan untuk memaksa jaksa agar mereka mau memberikan kesaksian beberapa anggota polisi yang menangani kasus ini untuk membantu pembelaan Siti.
Jika terbukti bersalah, Siti terancam hukuman mati berdasarkan Pasal 302 Hukum Pidana Malaysia. (has)