Australia Belum Pindahkan Kedubes Israel ke Yerusalem Barat

CNN Indonesia | Sabtu, 15/12/2018 12:40 WIB
Australia Belum Pindahkan Kedubes Israel ke Yerusalem Barat Australia belum akan memindahkan kedubes ke Yerusalem Barat meski sudah mengakui wilayah tersebut sebagai ibu kota Israel. (Reuters/David Gray)
Jakarta, CNN Indonesia -- Australia belum memindahkan kedutaan besar untuk Israel dari Tel Aviv ke Yerusalem Barat meski sudah mengakui wilayah tersebut sebagai ibu kota negara pimpinan PM Benjamin Netanyahu itu.

"Kami akan memindahkan kedutaan besar kami ke Yerusalem Barat ketika sudah memungkinkan," ujar Perdana Menteri Australia, Scott Morrison, sebagaimana dikutip Reuters, Sabtu (15/12).

Sebelumnya, seorang sumber mengatakan bahwa Australia belum dapat memindahkan kantor kedutaan besarnya karena alasan biaya.
Sumber itu lantas menegaskan bahwa sebagai gantinya, pemerintah Australia untuk sementara waktu berencana membangun kantor kekonsuleran di Yerusalem.


Morrison sudah mengutarakan pertimbangan negaranya untuk relokasi kedutaan besar ini sejak Oktober lalu.

Kala itu, Morrison mengatakan bahwa pertimbangan ini muncul lantaran proses perdamaian antara Israel dan Palestina tak kunjung usai karena kedua negara memperebutkan Yerusalem Timur sebagai ibu kota mereka kelak.
Pernyataan Morrison ini menuai kecaman dari berbagai pihak, termasuk Indonesia. Sebagai pendukung Palestina, Indonesia menentang keras rencana Australia tersebut karena dianggap semakin mengancam prospek perdamaian Israel-Palestina.

Selain itu, Jakarta menilai langkah kontroversial yang terinspirasi dari Amerika Serikat itu melanggar hukum internasional.

Tak lama setelah rencana kontroversial itu diumumkan Morrison, Indonesia langsung menerbitkan pernyataan kecaman hingga memanggil duta besar Australia di Jakarta.

Indonesia bahkan mengancam rencana Negeri Kangguru itu bisa mempengaruhi proses penyelesaian perjanjian perdagangan bernilai US$11,4 miliar (sekitar Rp17,3 triliun) dengan Australia. (has/has)