Bersolek Menyambut Natal, Warga Nikmati Damaskus Tanpa Mortir

Reuters, CNN Indonesia | Senin, 17/12/2018 05:07 WIB
Bersolek Menyambut Natal, Warga Nikmati Damaskus Tanpa Mortir Sejumlah warga Damasukus, Suriah, merayakan ulang tahun rekannya di tengah kondisi kota itu yang berangsur damai, September. (REUTERS/Marko Djurica)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dekorasi Natal akhirnya akan menghias kota Damaskus, Suriah, setelah bertahun-tahun dilanda perang di negara itu. Ancaman pertempuran di kota itu disebut semakin kecil seiring penguasaan sejumlah basis pemberontak oleh pasukan pemerintah.

"Persiapan Natal tahun ini sangat baik. Tidak ada mortir lagi," kata Hanna al-Saad, seorang pemilik toko di distrik Qasaa.

Alun-Alun Abbasiyeen, lokasi di mana mortir biasanya jatuh, dan bagian-bagian kota yang berdekatan dengan Abbasiyeen, dihiasi dengan penerangan dan pohon Natal.


Sementara, para musikus dan pasukan penjaga setempat sedang mempersiapkan pawai Natal; hal yang sudah bertahun-tahun tak terjadi.

"Kami sangat bahagia. Anak-anak sekarang dapat datang lagi ke gereja tanpa mengkhawatirkan keselamatan mereka, dan orang tua mereka merasa lebih tenang," kata Aline Droubi, seorang musisi dengan pasukan pejaga yang berlatih di sebuah gereja di Abbasiyeen.

Selama perang Suriah, sisi timur Damaskus menjadi wilayah yang paling banyak diterpa serangan pemberontak. Pasukan pemerintah kemudian memulihkan keadaan di wilayah Ghouta dalam serangan yang didukung Rusia.

Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia serangan itu menewaskan 1.600 warga sipil. Perang Suriah itu sendiri merenggut nyawa sekitar 2.000 orang di Damaskus.

Menyusul pemulihan Ghouta timur pada April, pasukan pemerintah bergerak untuk merebut daerah Yarmouk di selatan ibukota. Hal ini membawa semua bagian Damaskus kembali di bawah kendali pemerintah.

Namun demikian, tak semua warga kini bisa menikmati hiasan Natal. Perang yang bertahun-tahun berkecamuk membuat pemenuhan kebutuhan warga, termasuk listrik, menjadi terganggu.

"Tahun lalu kami tidak berani berjalan di jalanan," kata Abir Ismail, warga di sekitar lingkungan al-Qasaa, yang berdekatan dengan kota Jobar yang dikendalikan oleh faksi bersenjata.

"Kami tidak memiliki listrik dan tidak ada lampu atau dekorasi," tambahnya, meski mengaku tetap bergembira saat melihat jalan-jalan dan rumah-rumah yang dihiasi dekorasi natal tahun ini.

(arh/arh)