Berdasarkan laporan tersebut, seperti dikutip dari Reuters, Jepang direncanakan akan menarik diri dari IWC pada 2019 dan keputusan resminya akan diumumkan pada akhir tahun.
Pemerintah Jepang mempertimbangkan pemberian izin perburuan paus secara komersial di perairan dekat Jepang dan di area zona ekonomi eksklusifnya, demikian menurut Kyodo News.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Badan Perikanan Jepang telah membantah laporan Kyodo News dan menegaskan belum ada keputusan yang diambil soal keikutsertaan dalam IWC.
"Sikap resmi Jepang belum berubah, bahwa kami tetap ingin meneruskan perburuan paus secara komersial. Tapi laporan yang menyatakan kami akan meninggalkan IWC salah," kata seorang pejabat kepada The Guardian.
Sejak lama Jepang menyatakan sikap bahwa mayoritas spesies paus kini tidak lagi dalam ancaman dan memakan paus adalah bagian penting dari budaya mereka dalam menyantap makanan.
Jepang juga pernah mengancam akan keluar dari IWC dengan menyatakan bahwa keputusan moratorium seharusnya berlaku sementara. Jepang juga menuduh negara-negara IWC telah mengabaikan tujuan awal pendirian badan tersebut, yaitu mengatur stok paus global secara berkesinambungan.
Dari 333 paus minke yang ditangkap pada ekspedisi selama empat bulan, 181 di antaranya berjenis kelamin betina, termasuk 53 paus muda.
Selain Jepang, Islandia dan Norwegia secara terbuka menentang larangan perburuan paus.