Cegah Eksploitasi, Inggris Larang Toko Hewan Jual Anak Anjing

CNN Indonesia | Kamis, 27/12/2018 12:35 WIB
Cegah Eksploitasi, Inggris Larang Toko Hewan Jual Anak Anjing Ilustrasi anak anjing. (vlaaitje/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Inggris melarang toko hewan peliharaan menjual anak anjing dan kucing demi menghentikan eksploitasi dan penyiksaan terhadap binatang.

"Kebijakan ini diartikan bahwa setiap orang yang ingin membeli atau mengadopsi anak anjing dan anak kucing di bawah umur enam bulan harus berhubungan langsung dengan sang peternak atau pusat pemeliharaan hewan," demikian pernyataan Kementerian Urusan Lingkungan, Pangan, dan Pedesaan (Defra), Rabu (26/12).

Hal ini diumumkan setelah pemerintah Inggris mendapat 95 persen dukungan usai melakukan konsultasi publik. Inggris pun berencana mengesahkan kebijakan tersebut dalam bentuk undang-undang tahun depan.
Kebijakan pelarangan ini disebut sebagai Hukum Lucy. Nama tersebut digunakan sebagai bentuk penghormatan pada seekor anak anjing ras Cavalier King Charles Spaniel bernama Lucy yang diselamatkan dari sebuah anak anjing di Wales pada 2013 lalu.


Sebelum meninggal pada 2016 lalu, Lucy menghabiskan sebagian besar hidupnya dalam sebuah kandang lantaran tidak ada yang mengadopsinya. Akibat kurang bergerak, dia tidak bisa berkembang biak.

Aktivis Lisa Garner sempat merawat Lucy dan membawanya ke rumah sebelum anjing tersebut mati. Tergugah akan kisah Lucy, Garner kemudian menggaungkan kampanye yang mendesak warga Inggris agar mengubah cara mereka mendapatkan binatang peliharaan.
Dikutip AFP, pemerintah Inggris merasa yakin bahwa Hukum Lucy bisa menghentikan peternak menelantarkan hewan-hewan peliharaan sebelum terjual.

Kepala Rumah Penampungan Anjing Battersea di London, Claire Horton, mengatakan kebijakan tersebut bisa "memastikan hewan peliharaan khususnya anak anjing mendapat perlakuan yang tepat untuk memulai hidup mereka."

Warga Inggris memang dikenal gemar memelihara binatang. Badan amal Inggris yang khusus menampung binatang sakit (PDSA) menyatakan 49 persen orang dewasa di negara itu setidaknya memiliki satu hewan peliharaan pada 2018.

Sementara itu, jumlah populasi kucing di Inggris tahun ini mencapai 11,1 juta, sementara anjing berkisar 8,9 juta, dan kelinci 1 juta.
Selain Hukum Lucy, pemerintah Inggris juga telah melakukan sejumlah inisiatif lainnya untuk meningkatkan kesejahteraan hewan peliharaan dalam beberapa bulan terakhir.

Defra mengesahkan aturan yang melarang toko hewan berlisensi menjual anak anjing dan anak kucing di bawah usia delapan minggu pada Oktober lalu.

Kementerian itu juga mewajibkan seluruh pusat penampungan hewan memiliki izin dan lisensi.

Secara terpisah, Inggris juga mendesak warga untuk menghindari membeli anak hewan peliharaan sebagai hadiah, terutama menjelang Hari Natal lalu. (rds/has)