FOTO: Penyelamatan Korban Ledakan di Apartemen Rusia

Reuters, CNN Indonesia | Rabu, 02/01/2019 19:37 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Upaya evakuasi korban yang tertimpa di dalam reruntuhan gedung akibat ledakan di salah satu apartemen di Rusia masih terus dilakukan pada Rabu (2/1).

Upaya evakuasi korban yang tertimpa di dalam reruntuhan gedung akibat ledakan di salah satu apartemen di Rusia masih terus dilakukan pada Rabu (2/1), dua hari setelah insiden terjadi. (Russia's Ministry for Civil Defence, Emergencies and Elimination of Consequences of Natural Disasters/Handout via Reuters)
Hingga saat ini, petugas sudah mengevakuasi 18 jasad dari dalam reruntuhan, sementara 23 orang lainnya masih hilang. (Russia's Ministry for Civil Defence, Emergencies and Elimination of Consequences of Natural Disasters/Handout via Reuters)
Selain korban tewas, petugas juga berhasil menyelamatkan satu bayi dalam keadaan hidup pada Selasa, setelah menghabiskan 35 ham di dalam reruntuhan. (Russia's Ministry for Civil Defence, Emergencies and Elimination of Consequences of Natural Disasters/Handout via Reuters)
Ledakan tersebut diduga terjadi akibat kebocoran gas yang akhirnya merusak 48 unit apartemen di gedung sepuluh lantai di Magnitogorsk tersebut. (Russia's Ministry for Civil Defence, Emergencies and Elimination of Consequences of Natural Disasters/Handout via Reuters)
Petugas masih terus menyelidik penyebab pasti dari insiden tersebut. (Russia's Ministry for Civil Defence, Emergencies and Elimination of Consequences of Natural Disasters/Handout via Reuters)
Menurut komite penyelidikan, hingga saat ini belum ditemukan material peledak di lokasi kejadian. (Russia's Ministry for Civil Defence, Emergencies and Elimination of Consequences of Natural Disasters/Handout via Reuters)
Temuan tersebut memperkuat dugaan ledakan terjadi akibat kebocoran gas. (Russia's Ministry for Civil Defence, Emergencies and Elimination of Consequences of Natural Disasters/Handout via Reuters)
Selama beberapa tahun belakangan, insiden serupa kerap terjadi karena infrastruktur bangunan yang sudah tua dan kekurangan regulasi terkait penggunaan gas. (Russia's Ministry for Civil Defence, Emergencies and Elimination of Consequences of Natural Disasters/Handout via Reuters)