Jurnalis CNNIndonesia.com Menang Penghargaan Adam Malik 2019

CNN Indonesia | Rabu, 09/01/2019 16:54 WIB
Jurnalis CNNIndonesia.com Menang Penghargaan Adam Malik 2019 Jurnalis CNNIndonesia.com, Riva Dessthania Suastha saat mendapat penghargaan Adam Malik Award. (CNN Indonesia / Ike Agestu)(CNN Indonesia / Ike Agestu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jurnalis CNNIndonesia.com Riva Dessthania Suastha berhasil menyabet penghargaan sebagai Jurnalis Media Online Terbaik Adam Malik Award 2019.

Penghargaan itu disampaikan oleh Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia pada Rabu (9/1). Riva yang bergabung dengan CNNIndonesia.com sejak 2014 memang sehari-hari bertugas di kanal internasional, yang kerap mengupas isu-isu dunia yang sedang hangat saat ini.

Selain kategori jurnalis terbaik, CNNIndonesia.com juga masuk dalam nominasi penghargaan Media Online Terbaik. 


Para pemenang Penghargaan Adam Malik 2019 yang lain adalah harian Kompas untuk kategori Media Cetak Terbaik, TVRI sebagai Media Televisi Terbaik, Antaranews.com untuk kategori Media Online Terbaik, Jakarta Post untuk Jurnalis Media Cetak Terbaik, dan RRI Pro 3 untuk kategori Media Radio Terbaik. 

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memberikan penghargaan kepada para pemenang tepat sebelum menyampaikan pidato Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri RI di Gedung Nusantara Kemenlu, Jakarta.

Adam Malik Award merupakan penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Luar Negeri RI setiap tahunnya kepada media yang dianggap memberikan kontribusi dalam pemberitaan isu luar negeri dan diplomasi Indonesia. 

Jurnalis CNNIndonesia.com, Riva Dessthania Suastha saat mendapat penghargaan Adam Malik Award. (CNN Indonesia)
Keberhasilan Riva meraih penghargaan Adam Malik Award semakin melengkapi prestasi CNNIndonesia.com.

CNNIndonesia.com selalu berkomitmen menjadi media massa digital multiplatform terpercaya dengan menyajikan berita-berita akurat, hangat dan terpercaya bagi pembaca yang selama ini turut andil membuat CNNIndonesia.com untuk terus meningkatkan kualitas pemberitaan dan mempertahankan independensi, di era digital yang marak dengan penyebaran kabar dan informasi palsu. (ayp/ayp)