Qatar Belum Berniat Merajut Kembali Hubungan dengan Suriah

CNN Indonesia | Senin, 14/01/2019 19:08 WIB
Qatar Belum Berniat Merajut Kembali Hubungan dengan Suriah Menteri Luar Negeri Qatar, Sheikh Mohammed Bin Abdulrahman Al Thani. (REUTERS/Naseem Zeitoon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Qatar menyatakan belum berencana merajut kembali hubungan dengan Suriah. Sebab, mereka adalah salah satu pihak yang menentang kekerasan yang dilakukan pemerintah Suriah terhadap kelompok oposisi, sebelum perang meletup.

Menteri luar negeri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman Al Thani menyatakan mereka belum terpikir untuk membuka kembali perwakilan diplomatik berupa kedutaan besar di Damaskus, Suriah. Qatar menyatakan juga belum terpikir akan melakukan normalisasi hubungan bilateral dengan Suriah.
Seperti dilansir Reuters, Senin (14/1), Al Thani juga mengatakan Qatar masih keberatan atas keanggotaan Suriah di Liga Arab.

Keanggotaan Suriah di Liga Arab ditangguhkan pada 2011 karena rezim Presiden Bashar al-Assad berlaku represif atas aksi protes. Hal itu menjadi pemicu perang yang berlangsung hampir delapan tahun.


Beberapa negara Arab, termasuk yang pernah mendukung pemberontakan melawan Assad, berusaha untuk berdamai dengan dia setelah hasil yang menguntungkan bagi pasukan dan sekutunya dalam perang.
"Sejak hari pertama Qatar memiliki alasan untuk mendukung penangguhan keanggotaan (Liga Arab) dan alasan itu masih ada, sehingga kami tidak melihat faktor untuk berbesar hati terkait hal tersebut," kata Al Thani dalam jumpa pers. (syf/ayp)