Jelang Pemilu, Mantan Capres Singapura Mulai Bermanuver

CNN Indonesia | Sabtu, 19/01/2019 03:45 WIB
Jelang Pemilu, Mantan Capres Singapura Mulai Bermanuver Ilustrasi pemilihan umum Singapura. (REUTERS/Edgar Su)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tan Cheng Bock, bekas anggota partai berkuasa Partai Aksi Rakyat (PAP) sekaligus mantan kandidat presiden Singapura, berencana membentuk partai baru. Rencana itu dia sampaikan menjelang pemilihan umum yang diperkirakan berlangsung tahun ini.

"Saya memutuskan untuk kembali ke politik setelah lama absen," ucap Tan dalam unggahannya di Facebook pada Jumat (18/1).

Tan mengatakan telah mengajukan permintaan pendaftaran partai baru bernama Partai Kemajuan Singapura (Progress Singapore Party).
"Meskipun kami akan mendirikan partai baru, kami masih berharap dapat bekerja sama dengan yang lainnya di pihak oposisi yang bersemangat menempatkan negara lebih dulu sebelum partai atau diri sendiri," ujar Tan.


Tan memegang jabatan tinggi saat menjadi anggota PAP selama lebih dari dua dekade hingga 2006 silam. Nama Tan semakin dikenal setelah lelaki 78 tahun itu hampir mengalahkan kandidat presiden yang didukung Perdana Menteri Lee Hsien Loong dalam pilpres 2011 lalu.

Kembalinya Tan ke dunia politik disebut bisa meningkatkan pengaruh oposisi Singapura yang selama ini redup.

Setelah keluar dari PAP, Tan sempat diundang untuk bergabung dan menjadi pemimpin koalisi oposisi dalam pemilu selanjutnya yang semula direncanakan digelar awal 2021. Namun, beberapa waktu lalu Lee mengindikasikan gelaran pemilu akan dilangsungkan lebih cepat menjadi tahun ini.

Pemilu awal dilakukan menyusul keputusan Lee Hsien Loong, putra pendiri Singapura Lee Kuan Yew, yang ingin pensiun saat usianya 70 tahun.
Sementara itu, PAP telah lebih dari setengah abad berkuasa di Singapura.

Selama itu, PAP selalu meraih dukungan suara di atas 60 persen. PAP tengah bersiap ditinggalkan Lee yang akan pensiun sebagai pemimpin partai dalam tiga tahun ke depan. (rds/ayp)