Dalam pidatonya di parlemen, Menteri Luar Negeri Singapura, Vivian Balakrishnan mengingatkan akan mengambil langkah penting dalam melindungi kepentingan negaranya. Padahal perwakilan kedua negara sudah menyatakan bakal menyelesaikan persoalan itu secara baik-baik.
"Kami akan selalu melakukan perhitungan yang tepat demi kepentingan kami. Dan siapapun yang berhadapan dengan Singapura tidak semestinya berasumsi tidak akan membayar apapun untuk melawan kami, akan ada konsekuensinya," ujar Balakrishan seperti dilansir AFP, Selasa (15/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tensi ketegangan sebenarnya menurun pekan lalu, setelah perwakilan kedua negara sepakat meredam persoalan akibat perselisihan di kawasan perairan dan udara.
Meski begitu, kunjungan menteri Johor malah memperburuk keadaan yang sudah sempat membaik. Setelah insiden tersebut terjadi, kepala menteri Johor sempat mengunjungi kapal yang berada di perairan yang diklaim oleh Singapura masuk ke dalam wilayahnya.
Sebagai tanggapan, Singapura pun membatalkan pertemuan antar pejabat dari kedua negara tersebut. Balakrishan mengatakan Singapura berniat mencari solusi secara damai dan mengutamakan kekuatan diplomatiknya yang berdasarkan kepada persatuan dan ketahanan.
"Fakta bahwa kita tidak bisa diintimidasi atau disuap," kata dia.
Beberapa pengamat menyatakan Mahathir juga tidak akur dengan pendiri Singapura, Lee Kuan Yew. (ani/ayp)