Guaido Minta Inggris Setop Beri Emas ke Maduro

CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 09:35 WIB
Guaido Minta Inggris Setop Beri Emas ke Maduro Juan Guaido, pemimpin oposisi Venezuela, meminta Inggris menghentikan pemberian akses ke sumber daya emas di Bank of England kepada Nicolas Maduro. (Federico PARRA/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Juan Guaido, pemimpin oposisi yang mendeklarasikan diri sebagai presiden interim Venezuela, meminta Inggris menghentikan pemberian akses ke sumber daya emas di Bank of England kepada Nicolas Maduro.

Melalui surat kepada Perdana Menteri Inggris, Theresa May, dan Gubernur Bank of England, Mark Carney, Guaido mengatakan bahwa transaksi itu harus dihentikan karena Maduro kerap menjual emas tersebut dan memasukkan hasil penjualannya ke bank pusat Venezuela.

"Saya menulis kepada Anda untuk meminta menghentikan transaksi ilegal. Jika uang itu ditransfer, semua akan digunakan pihak tak sah dan rezim kleptokrat Nicolas Maduro untuk menekan dan membuat rakyat Venezuela menjadi brutal," tulis Guaido.
Bank of England dan kantor May belum merespons permintaan komentar dari Reuters. Namun sebelumnya, bank tersebut selalu menolak permintaan komentar atau pertanyaan mengenai emas Venezuela berdasarkan pertimbangan privasi klien.


Maduro sudah berusaha untuk merepatriasi emas Venezuela dari Bank of England karena khawatir dapat menjadi target sanksi internasional.

Harga emas tersebut melonjak menjadi sekitar US$1,3 miliar setelah bank sentral Venezuela menjalin kesepakatan pertukaran emas dengan Deustche Bank.
Kehilangan emas tersebut dapat menjadi pukulan besar bagi keuangan Venezuela yang di bawah kepemimpinan Maduro mengalami hiperinflasi hingga 2 juta persen per tahun.

Di tengah keterpurukan ini, Maduro mencoba mempertahankan kekuasaannya sebagai presiden Venezuela hingga dituding melakukan kecurangan dalam pemilihan umum.

Setelah ia kembali dilantik pada awal Januari lalu, gelombang unjuk rasa pun mulai terlihat di Venezuela. Puncak amarah rakyat terjadi pada awal pekan lalu, ketika 27 tentara Venezuela menyatakan membelot dari Maduro.

Melalui sebuah video, para tentara itu meminta warga mendukung mereka dengan menggelar demonstrasi besar-besaran. Rakyat pun turun ke jalan, didukung oleh oposisi yang direstui Amerika Serikat.

[Gambas:Video CNN]

Saat demonstrasi kian panas, Guaido selaku pemimpin Majelis Nasional, badan parlemen yang dipilih langsung oleh rakyat, memproklamasikan diri sebagai presiden interim Venezuela.

Kepemimpinan Guaido didukung oleh sejumlah negara Barat dan Amerika Latin, mulai dari AS, Kanada, Brasil, Chile, hingga Australia. Namun, para sekutu dekat Venezuela, seperti Rusia, Turki, dan China mendukung kepemimpinan Maduro.

Melihat kekacauan ini, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres, pun meminta Venezuela menggelar dialog internal untuk menghindari krisis politik lebih jauh. (has/has)