FOTO: Suara Hati Muda-Mudi Soal Masa Depan Afghanistan

Reuters, CNN Indonesia | Jumat, 01/02/2019 20:56 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Perundingan damai antara AS dan Taliban membuat muda-mudi Afghanistan resah. Mereka enggan kembali hidup di bawah rezim otoriter.

Mohammad Jawed Momand (22) yang seorang dokter berharap perdamaian Afghanistan kekal dan bersama-sama membangun pendidikan demi kesejahteraan rakyat. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Farzad Aslami (18) ingin Afghanistan dalam situasi damai demi kesejahteraan. Dia tidak ingin mendengar lagi ada serangan bom bunuh diri. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Zainab Farahmand (22) yang seorang jurnalis lepas menyatakan akan menerima Taliban asal mereka mau mengakui demokrasi. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Nadim Quraishi (19) merupakan penjual gim ingin konflik di Afghanistan berakhir dan pemerintah serta Taliban berdamai. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Zarghona Haidari (22) mengaku pesimis Taliban dan pemerintah Afghanistan bakal berdamai. (REUTERS/Mohammad Ismail).
Omid Arman (21) yang menjadi model menyatakan sudah cukup merasakan konflik dan menginginkan Afghanistan yang damai. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Maram Atayee (16) yang merupakan pianis khawatir jika Taliban kembali maka dia tidak bakal bisa bermain alat musik lagi. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Mahdi Zahak (25) yang merupakan seniman hanya berharap perdamaian bisa terjadi jika Taliban mau menerima cara hidup setiap orang yang berbeda-beda. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Hussain (19) yang menjadi penata rambut hanya ingin Taliban berubah dan perang segera berakhir. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Wasim Anwari (19) yang menjadi penyanyi menyatakan tanpa perdamaian, maka Afghanistan tidak punya harapan di masa depan. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Sohail Ataie (22) cuma ingin tetap bisa berjualan pakaian. Dia lelah dengan kondisi peperangan dan ingin perdamaian. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Kawsar Sherzad (17), atlet Muay Thai Afghanistan. Dia berharap Taliban mau menghargai prestasi perempuan Afghanistan. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Sultan Qasim Sayeedi (18) yang seorang model cemas kalau Taliban kembali maka dia tidak bisa lagi menggelar peragaan busana. (REUTERS/Mohammad Ismail)
Seorang pemilik kedai kopi, Anosh Sarwari (23) sangat mengharap perdamaian supaya mereka bisa berusaha dan hidup tenang. (REUTERS/Mohammad Ismail)