China Minta AS Tak Keluar dari Perjanjian Nuklir dengan Rusia

CNN Indonesia | Minggu, 03/02/2019 01:11 WIB
China Minta AS Tak Keluar dari Perjanjian Nuklir dengan Rusia Ilustrasi (REUTERS/Jason Lee)
Jakarta, CNN Indonesia -- China meminta agar Amerika Serikat tidak menarik diri dari perjanjian nuklir dengan Rusia. Menteri Luar Negeri China Wang Yi menyarankan agar AS menyelesaikan perbedaan dengan Rusia lewat dialog ketimbang menarik diri dari perjanjian gencatan senjata itu.

"China menentang AS yang menarik diri (dari perjanjian) dan mendorong AS dan Rusia untuk menyelesaikan perbedaan antar keduanya dengan dialog yang tepat dan membangun," jelas pernyataan Menlu China itu sembari memperingatkan bahwa penarikan diri ini bisa memicu dampak negatif, seperti dikutip AFP, Sabtu (2/2). 

Wang Yi menyebut tidak berniat membantu penyusunan perjanjian pengendalian senjata untuk menggantikan perjanjian INF. Menurutnya, isu tersebut terlalu pelik dan perjanjian yang sudah ada mesti tetap dipertahankan serta diimplementasikan.



Sebelumnya pada Jumat (1/2), Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menyatakan negaranya akan menarik diri dari perjanjian nuklir jarak menengath (INF) yang dibuat pada 1987 dalam enam bulan mendatang. Ancaman ini muncul lantaran menganggap Rusia telah melanggar perjanjian itu.

Washington mengklaim misil Rusia Novator 9M729 telah melukai perjanjian tersebut. Sebab, misil yang diluncurkan di darat ini punya jarak tempuh antara 500 hingga 5.500 kilometer.

"INF adalah perjanjian bilateral penting untuk mengendalikan dan pelucutan senjata dan memulihkan hubungan antara dua kekuatan besar, memperkuat perdamaian internasional dan regional, dan menjaga keseimbangan dan stabilitas strategis global," demikian pernyataan Kemenlu China yang dipublikasikan dalam situs resminya.

Perjanjian ini sebenarnya akan berakhir di awal 2021. Namun perjanjian ini bisa diperpanjang hingga lima tahun ke depan jika disepakati AS dan Rusia. Namun, para pejabat Moskow menuduh Washington-lah yang sengaja menciptakan alasan untuk mengakhiri perjanjian sehingga memungkinkan AS mengembangkan senjata baru.

(eks/eks)