Turki Sebut Negara Pendukung Guaido Memicu Krisis Venezuela

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 05:45 WIB
Turki Sebut Negara Pendukung Guaido Memicu Krisis Venezuela Sejumlah demonstran pendukung Juan Guaido melakukan aksi memprotes pemerintahan Nivolas Maduro di Caracas, Venezuela, 30 Januari 2018. (Reuters/Carlos Barria)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan negara-negara yang mengakui presiden sementara Venezuela Juan Guaido memicu masalah Venezuela dan membuat krisis di negara itu makin sulit.

Turki sendiri diketahui berada di barisan negara yang mendukung kekuasaan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Sementara itu, Guaido diketahui didukung Amerika Serikat dan Kanada termasuk sekutunya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO). Selain itu, sejumlah negara yang berhaluan kanan di kawasan Amerika Selatan pun ikut mendukung Guaido yagn telah memproklamasikan dirinya sebagai pemimpin sementara Venezuela.


Seperti dikutip dari Reuters, Cavusoglu mengatakan agar negara-negara yang mendukung Guaido seharusnya mendorong perundingan guna menyelesaikan krisis di Venezuela.


"Inilah masalah sebuah negara, ada percikan api yang bisa berubah menjadi kebakaran kapan saja. Dalam perkara ini, mereka sebaiknya menyumbang bagi solusi masalah melalui dialog," kata Cavusoglu di Istanbul, Turki, Minggu (3/2).

"Tetapi apakah itu bagaimana mereka menangani berbagai hal? Tidak. Sebaliknya, hal itu dipicu dari luar. Rakyat Venezuela sedang dihukum oleh pendekatan seperti itu," sambungnya.

Cavusoglu mengatakan Turki telah berusaha memprakarsai pembicaraan mengenai Venezuela tahun lalu antara Washington dan negara-negara Amerika Latin.

"Tapi hari ini tak satu negarapun yang telah mengambil langkah-langkah terhadap Venezuela mengupayakan dialog," kata dia.

Selain Turki, pemerintahan Maduro pun masih didukung Rusia dan China.

"Komunitas internasional seharusnya menolong (Venezuela), tanpa merusak dari luar perbatasannya," kata Kepala Bagian Amerika Latin di Kementerian Luar Negeri Rusia Alexander Shchetinin seperti dikutip dari Interfax.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump membuka salah satu opsi untuk melakukan intervensi militer ke Venezuela agar Maduro turun dari jabatannya. Itu diungkap Trump saat diwawancara CBS kemarin.

"Tentu saja, ini bisa jadi dilakukan - ini sebuah opsi," kata Trump.

Sementara itu, Prancis dan Austria mempertimbangkan mengakui Guaido jika Maduro tidak merespon tuntuntan Uni Eropa agar segera melaksanakan pemilu lebih awal yang adil dan bebas.

(Reuters/kid)