Ramai Negara Eropa Akui Guaido Presiden Interim Venezuela

CNN Indonesia | Senin, 04/02/2019 17:49 WIB
Ramai Negara Eropa Akui Guaido Presiden Interim Venezuela Sejumlah negara Eropa berbondong-bondong mengakui Presiden Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido, sebagai pemimpin interim negara Amerika Selatan tersebut. (Federico PARRA/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah negara Eropa, termasuk Inggris, berbondong-bondong mengakui Presiden Majelis Nasional Venezuela, Juan Guaido, sebagai pemimpin interim negara Amerika Selatan tersebut.

"Inggris bersama sejumlah sekutu Uni Eropa lainnya mulai saat ini mengakui @jguaido sebagai presiden sementara Venezuela berdasarkan konstitusi negara sampai pilpres kredibel digelar," kata Menteri Luar negeri Inggris, Jeremy Hunt, melalui Twitter-nya pada Senin (4/2).

"Semoga langkah ini membantu kita mengakhiri krisis kemanusiaan di sana."



Pengakuan itu dilakukan London setelah Presiden Nicolas Maduro menolak desakan sejumlah negara Eropa untuk menggelar pemilihan presiden. Selain Inggris, langkah serupa juga diambil Spanyol.

"Spanyol mengumumkan secara resmi bahwa pemerintah mengakui Presiden Majelis Nasional Juan Guaido sebagai pelaksana presiden Venezuela," kata Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez.

Dikutip AFP, dia juga menuntut Guaido segera menggelar pemilihan umum yang bersih dan bebas.
Selain Inggris dan Spanyol, Amerika Serikat telah lebih dulu mengakui Guaido sebagai pengganti Maduro.

Tak hanya melalui politik dan diplomasi, Washington bahkan menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak utama Venezuela, PDVSA, yang selama ini pemasukannya menopang rezim Maduro.

AS mengambil langkah itu sebagai bentuk tekanan terhadap Maduro agar mau menyerahkan kewenangan eksekutifnya kepada Guaido. Presiden Donald Trump bahkan menjadikan intervensi militer ke Venezuela sebagai opsi jika krisis politik tak kunjung usai.
Krisis politik negara itu semakin pelik terutama setelah Guaido mendeklarasikan diri sebagai pemimpin interim Venezuela dan menantang rezim Maduro.

Selain menyerukan protes anti-Maduro di seluruh negeri, Guaido juga membujuk petinggi militer untuk membelot dari rezim rivalnya itu dengan imbalan amnesti.

Menurut Guaido, dukungan militer Venezuela sangat krusial bagi kesuksesan menggulingkan Maduro.

Langkah Guaido itu didukung Prancis dan Kanada. Presiden Prancis Emmanuel Macron menganggap Guaido "memiliki legitimasi untuk menggelar proses pemilihan presiden" sebagai pemimpin interim Venezuela.

[Gambas:Video CNN]

PM Kanada Justin Trudeau juga memuji "kepemimpinan dan keberanian" Guaido untuk mendorong perubahan politik di Venezuela.

Sejumlah negara lainnya, seperti Austria, juga tengah mempertimbangkan menyatakan dukungan serupa. Berbeda dengan negara Barat, Rusia mengecam keras upaya intervensi negara Eropa dalam politik domestik Venezuela.

"Upaya untuk melegitimasi perebut kekuasaan merupakan campur tangan dalam urusan internal venezuela," ucap juru bicara Presiden Vladimir Putin, Dmitry Peskov. (rds/has)