Paus Fransiskus Siap Mediasi Maduro-Guaido Dengan Syarat

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 05:56 WIB
Paus Fransiskus Siap Mediasi Maduro-Guaido Dengan Syarat Ilustrasi Paus Fransiskus. (AFP PHOTO / Andreas SOLARO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemimpin Tahta Suci Vatikan, Paus Fransiskus, menyatakan dia siap menjadi penengah dalam krisis politik Venezuela. Namun, dia menetapkan syarat kedua belah pihak yang tengah bertikai, yakni Presiden Nicolas Maduro dan Ketua Majelis Nasional, Juan Guaido, sama-sama mengajukan permintaan kepadanya.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (6/2), sebelum menjadi penengah antara Maduro dan Guaido, Paus Fransiskus menginginkan untuk mendekatkan terlebih dulu kedua politikus Venezuela itu. Dia menyatakan hal itu dalam perjalanan kembali dari kunjungan ke Abu Dhabi, Uni Emirat Arab.

Paus Fransiskus juga mengakui dia menerima surat dari Maduro yang meminta bantuan supaya dia mau menjadi penengah. Namun, dia mengaku sama sekali belum membaca surat itu.
"Saya akan membaca suratnya dan melihat apa yang bisa saya lakukan, tetapi sebelumnya kedua belah pihak harus mengajukan permintaan. Jika keduanya berkehendak," kata Paus Fransiskus.


Paus Fransiskus menyatakan jika dia didaulat menjadi penengah dalam konflik politik di Venezuela, maka hal itu cuma formalitas. Dia berharap langkah perdamaian awal harus digagas oleh negara-negara lain.

"Mencoba mendekatkan satu dengan lainnya untuk memulai proses dialog," ujar Paus Fransiskus.
Krisis politik berkepanjangan di Venezuela terjadi karena Maduro tak kunjung mewujudkan janjinya menggelar pemilihan umum yang demokratis. Alhasil, Guaido yang menjadi pemimpin legislatif mendadak secara aklamasi menyatakan sebagai presiden interim.

Guaido bahkan merayu angkatan bersenjata yang loyal terhadap Maduro untuk mengalihkan dukungan, dengan klaim bakal diberi pengampunan.

[Gambas:Video CNN] (ayp/ayp)