Paus Akui Uskup Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Biarawati

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 18:21 WIB
Paus Akui Uskup Lakukan Pelecehan Seksual terhadap Biarawati Paus Fransiskus mengakui bahwa para pastor dan uskup di gereja Katolik kerap melakukan pelecehan seksual terhadap biarawati. (Reuters/Max Rossi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Paus Fransiskus mengakui bahwa para pastor dan uskup di gereja Katolik kerap melakukan pelecehan seksual terhadap biarawati.

"Ada beberapa pendeta dan juga uskup yang telah melakukannya," kata Paus menanggapi pertanyaan seorang wartawan terkait pelecehan terhadap biarawati, dalam penerbangan pulang setelah mengunjungi Uni Emirat Arab.

Isu ini mencuat setelah satu media perempuan Vatikan melaporkan dugaan pelecehan seksual terhadap biarawati hingga membuat mereka terpaksa melakukan aborsi atau membesarkan anak-anak mereka tanpa sepengetahuan sang pastor.
Masalah itu menjadi sorotan setelah tahun lalu seorang biarawati menuduh satu uskup India berulang kali memperkosanya, memicu perbedaan pendapat yang jarang terjadi di kalangan Gereja Katolik negara itu.


Fransiskus mengatakan permasalahan itu dapat ditemukan "di mana saja", tapi lazimnya terjadi pada "beberapa umat baru dan di beberapa daerah".

"Saya pikir itu hal itu masih terjadi, karena itu bukan sesuatu yang dapat hilang begitu saja, tapi sebaliknya," katanya.
Dia mengatakan Gereja telah "menangguhkan beberapa pastor" dan Vatikan sudah sejak lama "mencari penyelesaian masalah ini."

'Harus berbuat lebih banyak'

"Saya tidak ingin mendengar mereka mengatakan bahwa Gereja tidak memiliki masalah ini, karena pada nyatanya memang masalah itu ada."

"Haruskah kita berbuat lebih banyak? Ya! Apakah kita mau? Ya!" kata Paus itu.

Dia mengatakan itu merupakan permasalahan budaya, yang akarnya terletak pada pandangan "perempuan sebagai kelas dua."
Didistribusikan bersama surat kabar Osservatore Romano dari Vatikan, majalah Women Church World edisi Februari memberitakan bahwa para biarawati memilih untuk diam selama beberapa dekade karena takut akan balasan yang bakal mereka terima.

Menurut majalah itu, Vatikan sebenarnya sudah menerima laporan mengenai pendeta yang melecehkan biarawati di Afrika pada tahun 1990-an.

"Jika gereja terus menutup mata terhadap skandal yang diperparah dengan fakta bahwa pelecehan terhadap perempuan dan menyebabkan kehamilan yang menimbulkan tindak aborsi secara paksa serta tidak diakuinya anak-anak tersebut oleh para pendeta dan juga penindasan terhadap perempuan di Gereja, maka hal itu tidak akan pernah berubah," demikian kutipan tulisan Lucetta Scaraffia itu.

Dalam kasus terbaru di India, Uskup Franco Mulakkal ditangkap pada 21 September lalu di negara bagian selatan Kerala atas dugaan perkosaan terhadap biarawati sebanyak 13 kali dalam kurun waktu 2014 hingga 2016.

[Gambas:Video CNN]

Paus Fransiskus menskorsnya sehari sebelum penangkapannya dan mengangkat seorang uskup lain sebagai penggantinya. Uskup berumur 53 tahun yang memimpin keuskupan Jalandhar di negara bagian Punjab Utara itu, membantah tuduhan tersebut.

Biarawati yang menjadi korban berbicara pertama kali pada Juni, tapi polisi baru memulai pemeriksaan resmi pada September, ketika kemarahan atas kasus tersebut meningkat.

Lima biarawati dan puluhan pendukungnya melakukan protes selama berhari-hari terkait perbedaan pendapat di kalangan Gereja India yang jarang terjadi.

Kegagalan pejabat Gereja untuk mengambil tindakan terhadap tuduhan pelecehan seksual telah menjadi salah satu skandal terbesar yang menimpa Katolik Roma secara global dalam beberapa tahun terakhir. (syf/has)