Dua Orang Tewas Akibat Banjir Bandang Australia

CNN Indonesia | Rabu, 06/02/2019 15:02 WIB
Dua Orang Tewas Akibat Banjir Bandang Australia Setidaknya dua orang tewas akibat banjir bandang setelah hujan lebat mengguyur Australia, memicu aparat untuk mengeluarkan peringatan waspada lanjutan. (Julia Hunt/Social Media/via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Setidaknya dua orang dilaporkan tewas akibat banjir bandang setelah hujan lebat mengguyur Australia sejak akhir pekan lalu, memicu aparat untuk mengeluarkan peringatan waspada lanjutan.

Kepolisian melaporkan dua jenazah ditemukan genangan banjir Townsville, ketika mereka sedang melakukan pencarian dua lelaki berusia 20-1an yang terakhir terlihat saat puncak banjir pada Senin pagi.

Secara keseluruhan, di Townsville lebih dari 650 orang telah dievakuasi dan sekitar 11.000 rumah tidak mendapatkan aliran listrik. Sekitar 9.000 lebih warga telah meminta bantuan, tapi mereka masih memiliki pengharapan.
"Kami perkirakan muson aktif ini tetap berlangsung dalam beberapa hari mendatang, dan berpotensi mereda pada akhir pekan, sehingga akhir dari ini semua akan terlihat," kata Richard Wardle dari Biro Meteorologi Queensland.


"Tapi kami memperkirakan periode curah hujan deras selanjutnya, beberapa di antaranya sangat deras, berkaitan dengan tropis timur laut untuk beberapa hari ke depan, dengan demikian terdapat risiko peningkatan banjir bandang."

Di tengah kepanikan karena bencana ini, Perdana Menteri Scott Morrison mengunjungi wilayah yang dilanda banjir. Ia mengingatkan bahwa ketika banjir surut, proses pemulihan cukup sulit.
"Itu akan menjadi sulit, akan menjadi sulit untuk sementara waktu. Pekerjaan yang sebenarnya adalah memastikan bahwa mereka dapat melewati masa pemulihan dan membangun kembali kehidupan mereka," ucap Morrison.

Ketika air mulai surut di beberapa daerah pada Selasa, pihak berwenang memang memperingatkan warga mengenai bahaya kembali ke rumah, terutama karena risiko kehadiran buaya.

"Jangan berenang di air banjir itu, dan ketika pembersihan dimulai, kalian harus memakai sepatu tertutup dan pastikan tidak ada goresan atau apa pun yang terbuka," kata Perdana Menteri Queensland, Annastacia Palaszczuk. (syf/has)