Korsel Anggarkan Rp164 T untuk Bangun Perbatasan Korut

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 05:51 WIB
Korsel Anggarkan Rp164 T untuk Bangun Perbatasan Korut Korsel dan Korut sepakat melakukan modernisasi yang nantinya akan menghubungkan jalur kereta api dan jalan di sepanjang Semenanjung Korea bagian timur dan barat. (Yonhap via Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Korea Selatan mengalokasikan dana sebesar 13,2 triliun won atau sekitar Rp164 triliun untuk pembangunan wilayah perbatasan dengan Korea Utara selama satu dekade ke depan.

Kementerian Dalam Negeri dan Keamanan Korsel menjabarkan uang tersebut akan digunakan untuk 225 proyek di wilayah perbatasan antar-Korea hingga 2030. Proyek itu bertujuan untuk membangun landasan pertukaran dan kerja sama antar-Korea.

Sekitar 5,1 triliun won (Rp63,3 triliun) dialokasikan untuk 21 proyek pengembangan dasar bagi pertukaran dan kerja sama antar-Korea, termasuk pembangunan jalan dua jalur antara Pulau Yeongjong dan Pulau Shin di sepanjang pesisir barat.
Korsel juga akan merestorasi wilayah Korea Selatan di jalur Gyeongwon, sebuah rute kereta api antara Seoul dan kota pesisir timur Wonsan milik Korut. Pusat pertukaran budaya antar-Korea akan dibangun di Cheorwon, sebuah kota perbatasan Korea Selatan yang dilewati jalur kereta Gyeongwon.


Untuk mengembangkan daerah perbatasan secara seimbang, 3,4 triliun won (Rp42,2 triliun) akan dialokasikan untuk 54 proyek, termasuk membangun kawasan industri dan menciptakan situasi yang kondusif bagi bisnis start-up.

Sekitar 3 triliun won (Rp37,2 triliun) dialokasikan untuk merangsang pariwisata perdamaian di wilayah perbatasan, termasuk pembuatan rute wisata di dekat Zona Demiliterisasi (DMZ) yang membelah Semenanjung Korea sejak Perang Korea 1950-1953 yang berakhir dengan gencatan senjata.
Sisa 1,7 triliun won (21,1 triliun rupiah) dialokasikan ke 42 proyek untuk memperbaiki kondisi domisili, seperti perluasan pusat budaya, olahraga dan kesejahteraan, serta pembangunan jaringan pasokan bahan bakar gas.

Kementerian tersebut menjabarkan dana tersebut termasuk 5,4 triliun won (Rp67,1 triliun) dari pemerintah pusat, masing-masing 2,2 triliun won (Rp27,3 triliun) dari pemerintah daerah dan 5,6 triliun won (Rp69,5 triliun) dari sektor swasta.

Pengembangan wilayah perbatasan selama ini terbatas karena alasan keamanan militer. Selama delapan tahun terakhir, total 2,8 triliun won (Rp34,7 triliun) dihabiskan untuk mengembangkan proyek pariwisata, membangun kawasan industri, dan memperluas infrastruktur transportasi perbatasan.
Investasi yang akan diperluas ini dianggap mencerminkan perubahan situasi di dalam dan luar negeri, termasuk hubungan antar-Korea yang membaik.

Sebelumnya, Korsel dan Korut sepakat melakukan modernisasi yang nantinya akan menghubungkan jalur kereta api dan jalan di sepanjang Semenanjung Korea bagian timur dan barat.

Kedua belah pihak mengadakan upacara peletakan batu pertama pada Desember lalu, tetapi pembangunannya belum dilakukan karena terkendala sanksi internasional terhadap Pyongyang. (syf/has)