Utusan PBB Sebut Pejabat Saudi Terlibat Pembunuhan Khashoggi

CNN Indonesia | Jumat, 08/02/2019 02:30 WIB
Utusan PBB Sebut Pejabat Saudi Terlibat Pembunuhan Khashoggi Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard. (Reuters/Jose Cabezas/File Photo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Agnes Callamard, menyatakan pejabat Arab Saudi merencanakan dan membunuh wartawan Jamal Khashoggi. Kesimpulan itu didapat dari hasil lawatannya ke Turki untuk menyelidiki kasus itu.

"Bukti-bukti yang dikumpulkan selama saya bertugas di Turki menunjukkan mendiang Khashoggi adalah korban dari pembunuhan yang terencana dan brutal, dirancang dan dilakukan oleh pejabat Kerajaan Arab Saudi," kata Agnes di Jenewa, Swiss, seperti dilansir AFP, Jumat (8/2).

Khashoggi diyakini dibunuh di Konsulat Saudi di Istanbul, pada 20 Oktober 2018. Saat itu dia hendak mengurus administrasi karena akan menikahi kekasihnya, Hatice Cengiz.



Dia diduga dihabisi oleh tim pembunuh yang diterbangkan langsung dari Saudi.

Diduga kuat Khashoggi dibunuh karena kerap mengkritik Raja Salman soal situasi di negara itu. Menurut hasil penyelidikan aparat Turki, Khashoggi diduga dibunuh oleh tim yang terdiri dari 15 orang di Konsulat Saudi.

Menurut aparat Turki, Khashoggi dicekik hingga tewas, kemudian tubuhnya dimutilasi dan dihancurkan dengan cairan asam.

Kerajaan Saudi sempat menyangkal peristiwa itu selama dua pekan. Namun, akhirnya mereka mengakui insiden itu terjadi tetapi dilakukan oleh sekelompok orang di luar perintah dari negara. Hingga saat ini tubuh Khashoggi tidak pernah ditemukan.

"Pembunuhan Jamal Khashoggi dengan kejam membawa tragedi bagi orang-orang yang disayanginya. Hal ini juga berdampak kepada sejumlah hal di dunia, dan harusnya menjadi perhatian PBB," ujar Agnes.


Peristiwa pembunuhan Khashoggi membuat hubungan diplomatik antara Turki dan Arab Saudi memanas. Bahkan, Badan Intelijen Amerika Serikat (CIA) dengan yakin menyatakan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman, adalah dalang di balik pembunuhan terhadap Khashoggi. Namun, hal itu sudah dibantah oleh kerajaan. (ayp/ayp)