ISIS Diserang, 16 Warga Sipil Termasuk 7 Anak-anak Tewas

CNN Indonesia | Selasa, 12/02/2019 01:28 WIB
ISIS Diserang, 16 Warga Sipil Termasuk 7 Anak-anak Tewas Ilustrasi (REUTERS/Alaa Al-Marjani)
Jakarta, CNN Indonesia -- Serangan udara yang dipimpin Amerika Serikat telah dilancarkan ke kantong pertahanan terakhir ISIS di Suriah, Senin (11/2). Serangan ini menewaskan 16 warga sipil termasuk setidaknya tujuh anak, seperti dilaporkan pemonitor perang yang dikutip AFP.

Sebanyak 19 tentara ISIS juga terbunuh dalam pertempuran dengan tentara Kurdi yang didukung oleh koalisi. Mereka memulai serangan terhadap para jihadis, seperti dilaporkan Pengamat HAM Inggris yang berbasis di Suriah.

Selain itu, sekelompok pesawat tempur koalisi yang dikepalai AS terbang untuk menyerang Baghouz, basis terkuat terakhir ISIS di timur Suriah, seperti dilaporkan saksi mata Reuters. Padahal tempat itu menjadi pelarian dari ratusan warga sipil yang sehari sebelumnya mereka dikepung oleh tentara yang didukung AS di darat, Minggu (10/2).


Di wilayah dekat perbatasan Irak ini, dengan bantuan tentara gabungan yang dipimpin AS, Tentara Demokratik Suriah (Syrian Democratic Forces/ SDF) telah mendesak ISIS dari wilayah Suriah di utara dan timur. Serangan gabungan ini telah dilancarkan sejak Sabtu (9/2) di provinsi Deir al-Zor.

Para jihadis melakukan perlawanan keras dan berusaha melakukan serangan balik pada Senin pagi. Di hari yang sama, sekitar 1.500 warga sipil telah melarikan diri dari wilayah itu, seperti dilaporkan kepala pemberitaan SDF.

Tentara SDF menyaksikan sebanyak 17 truk yang diisi pria, wanita, dan anak-anak meninggalkan Baghouz ke wilayah yang dikuasai SDF. Anak-anak dan wanita berdesakan di dalam salah satu truk itu. Beberapa dari mereka yang melarikan diri itu mengaku sebagai orang Irak.

"Sepertinya masih banyak warga sipil di dalam Baghouz," jelas Bali. "Kami akan berusaha sangat hati-hati dan akurat dalam peperangan ini."

Di bagian luar Baghouz, orang-orang yang pergi dari kota itu berdiri mengantre untuk ditanyakan oleh para petugas untuk menjaga kemungkinan adanya jihadis di antara mereka.

Menjelang penyerangan, SDF menyebut lebih dari 20.000 warga sipil telah meninggalkan Baghouz dalam sepuluh hari terakir. SDF meyakini masih ada 400 hingga 600 jihadis yang ada di dalam kota, termasuk warga asing dan militan garis keras lainnya.

ISIS telah menggambar ulang peta Timur Tengah pada 2014 dengan mendeklarasikan kekalifahan sepanjang Suriah dan Irak. Namun, ISIS telah kehilangan dua kota utama meraka, Raqqa di Suriah dan Mosul di Irak pada 2017.

Setelah merebut Raqqa, tentara SDF yang merupakan militan Kurdi YPG ke provinsi Deir al-Zor dan memfokuskan serangan di timur sungai Eufrat. Bagian barat Eufrat dikuasai pemerintah Suriah dan sekutunya. Sementara ISIS bertahan di kaki pegunungan.

Desember lalu, Presiden AS Donald Trump menyebut akan menarik 2.000 tentara AS dari Suriah dan menyebut pertempuran melawan ISIS hampir dimenangkan. Komandan tinggi AS juga menyebut bahwa mereka akan mulai melakukan penarikan dalam beberapa minggu mendatang.

Meski demikian, ISIS masih dipandang sebagai ancaman. Jendral utama AS minggu lalu menyebut kalau ISIS akan menjadi ancaman abadi setelah penarikan tentara AS. Sebab, para pemimpin, pejuang, fasilitator, dan sumber daya gerakan itu masih berpotensi menimbilkan pemberontakan lebih jauh.


(eks/eks)