India Bergolak Akibat Bentrok Militan Kashmir

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 19/02/2019 01:32 WIB
India Bergolak Akibat Bentrok Militan Kashmir Ilustrasi kemarahan penduduk India akibat bom Kashmir. (Foto: Reuters/Danish Ismail)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan Angkatan Bersenjata India disebut menderita kerugian dalam pertempuran dengan gerilyawan Kashmir pada Senin (18/2), menyebabkan sembilan orang tewas.

Konfrontasi tersebut menambah tekanan kepada pemerintah India, yang menyalahkan Pakistan atas serangan bunuh diri Kamis (14/2) lalu. Insiden terkait menewaskan 40 orang dan disebut sebagai serangan paling mematikan terhadap pasukan India.

Setelah penembakan mengguncang distrik Pulwama selama beberapa jam, para pejabat menyatakan empat orang tentara, seorang polisi, tiga gerilyawan dan seorang warga sipil kehilangan nyawa. Sementara enam tentara senior termasuk seorang brigadir dan letnan kolonel diketahui terluka, dilansir dari AFP.


"Seorang wakil inspektur jenderal polisi juga menderita luka-luka," kata seorang polisi.


Identitas para gerilyawan belum diungkapkan, namun media lokal menyebut salah satu yang terbunuh dalam pertikaian adalah Abdul Rashid Gazi alias Khamran Bai, warga negara Pakistan yang sebelumnya telah diperiksa penyidik terkait serangan bunuh diri.

Ratusan tentara menyerbu desa dan menembakkan tembakan peringatan ke tempat yang diduga menjadi lokasi persembunyian para gerilyawan di desa Pinglan pada hari Minggu (17/2). Kobaran api dan asap menghiasi udara malam hari itu.

India pun menuduh Pakistan menyembunyikan kelompok militan Jaish-e-Muhammad atau JeM, yang langsung dibantah. Akibat meningkatnya ketegangan, Islamabad memanggil utusan ke New Delhi untuk 'berkonsultasi', sementara Perdana Menteri India Narendra Modi menyerukan aksi internasional yang lebih besar melawan terorisme.

"Serangan teroris yang kejam di Pulwana menunjukkan bahwa waktu untuk berbicara sudah habis," kata Modi setelah pertemuan dengan Presiden Argentina Mauricio Macri di New Delhi.


Serangan itu menyebabkan India bergolak dalam kemarahan. Ratusan demonstran turun ke jalan sepanjang akhir minggu lalu, ketika serangan Kashmir dilaporkan terjadi di beberapa kota.

Toko-toko kecil tutup setelah seruan nasional meluas, meminta warga untuk waspada. Ribuan penduduk pun mengungsi ke daerah-daerah yang mayoritas Muslim, kala pemerintah menghadapi tekanan yang semakin besar karena pemilihan nasional semakin dekat.

Saat ini, New Delhi telah menarik kembali hak istimewa perdagangan Pakistan dan mengakhiri perlindungan polisi untuk empat pemimpin separatis Kashmir. Beberapa pejabat negara pun menyerukan aksi militer terhadap Pakistan. (rea)