ISIS di Suriah Disebut Sudah Menjelang Akhir

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 21/02/2019 22:59 WIB
ISIS di Suriah Disebut Sudah Menjelang Akhir Perjalanan ISIS disebut menyisakan para jihadis yang sedang dalam proses negosiasi untuk menyerah. (Foto: Delil SOULEIMAN / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasukan bersenjata Suriah yang didukung oleh Amerika Serikat disebut sedang berupaya menegosiasikan pembebasan warga sipil yang masih terjebak dalam kantong terakhir ISIS.

Kini dengan kekalahan ISIS, banyak negara-negara di Eropa yang menghadapi dilema menangani warga negara mereka yang ingin kembali ke rumah. Ratusan orang termasuk wanita dan anak-anak diangkut menggunakan truk dari petak terakhir wilayah ISIS pada Rabu (20/2), namun Pasukan Demokrat Suriah (SDF) menyebut masih ada sejumlah besar warga sipil di sana.

Evakuasi tersebut dilihat sebagai tanda bahwa SDF segera mengambil langkah terakhir, baik melalui serangan maupun kesepakatan penyerahan. SDF pimpinan Kurdi yang mendapat bantuan berupa pesawat tempur dari koalisi pimpinan AS, telah menjebak para jihadis dalam jarak dekat di desa Baghouz.


"Pasukan koalisi termasuk AS, terus mendukung SDF ketika mereka bernegosiasi membebaskan penduduk sipil tak berdosa dan para pejuang ISIS tak dapat menghindari kekalahan," kata juru bicara koalisi Sean Ryan kepada AFP.


Sejauh ini belum ada tanggapan langsung dari SDF, yang sebelumnya menyebutkan bahwa penduduk sipil yang tersisa di lokasi sebagian besar terdiri dari istri dan anak-anak pendukung ISIS.

Paul Bradley yang bergabung dengan kelompok sukarelawan Burma Rangers mengungkapkan situasi sudah amat buruk di desa Baghouz.

"Orang-orang yang berhasil melarikan diri mengatakan situasinya buruk, terutama soal makanan. Mereka menunjukkan kepada kami roti yang pada dasarnya terbuat dari campuran gandum dan air yang dipanggang di kedua sisi, seharga $16 (setara Rp225 ribu) per kilo," kata Bradley.

"Dan gula dijual dengan harga $60 (setara Rp844 ribu) per kilo," lanjutnya.


Organisasi pemantau perang The Syrian Observatory for Human Rights yang berbasis di Inggris menyatakan bahwa negosiasi tengah dijalankan agar pejuang-pejuang ISIS yang tersisa mau menyerah.

Disebutkan sejauh ini sudah ada laporan kesepakatan, namun rinciannya belum jelas. (rea)