Saudi Sepakati Proyek Kilang Minyak Rp140,6 T di China

CNN Indonesia | Jumat, 22/02/2019 20:41 WIB
Saudi Sepakati Proyek Kilang Minyak Rp140,6 T di China Ilustrasi kilang minyak. (Reuters/Sergei Karpukhin)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan milik Arab Saudi, Aramco, menandatangani kontrak proyek pembangunan kompleks kilang dan petrokimia senilai US$10 miliar atau setara Rp140,6 triliun di China, di sela kunjungan Putra Mahkota, Pangeran Mohammed bin Salman (MbS), ke Beijing pada Jumat (22/2).

Sebagaimana dilansir Reuters, Aramco sepakat membentuk kongsi dengan perusahaan senjata China, Norinco, untuk membangun kompleks tersebut di Kota Panjin.
Pada tahap awal, Aramco dan Norinco akan membangun perusahaan baru bernama Huajin Aramco Petrochemical Co. Proyek tersebut akan dikembangkan dengan target produksi 300 ribu barel per hari dan 1,5 juta ton metrik etilen per tahun.

Aramco akan memasok 70 persen minyak mentah untuk kompleks yang diperkirakan dapat mulai beroperasi pada 2024 tersebut.


Investasi ini dianggap dapat membantu Saudi mengembalikan reputasi sebagai pengekspor minyak terbesar ke China, posisi yang dipegang Rusia selama tiga tahun belakangan.
Seorang diplomat senior China, Wang Yi, mengatakan bahwa negaranya melihat potensi besar dalam perekonomian Saudi dan ingin ada lebih banyak kerja sama teknologi tinggi.

Wang juga mengatakan bahwa China mendukung Saudi sebagai negara kaya minyak yang tengah mencoba meluaskan sumber pendapatannya.

"Semua negara di dunia berhak berkembang dan Arab Saudi adalah negara pasar yang berkembang dengan potensi besar," ujar Wang. (has)