Gedung Putih: Trump dan Kim Tak Capai Kesepakatan Soal Nuklir

CNN Indonesia | Kamis, 28/02/2019 13:55 WIB
Gedung Putih: Trump dan Kim Tak Capai Kesepakatan Soal Nuklir Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un. (REUTERS/Leah Millis)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara, Kim Jong-un, secara mendadak membatalkan sesi makan siang bersama dalam rangkaian pertemuan puncak mereka di Hanoi, Vietnam, Kamis (28/2). Pihak Gedung Putih menyatakan kedua belah pihak sama sekali tidak mencapai kesepakatan apapun dalam pertemuan kali ini.

"Tidak ada kesepakatan yang dicapai saat ini, tetapi delegasi kami akan mencoba bertemu lagi di masa mendatang," kata Juru bicara Gedung Putih, Sarah Huckabee Sanders, seperti dilansir CNN.
Sander hanya menyatakan baik Donald Trump dan Kim Jong-un melakukan pertemuan yang konstruktif di Hanoi, Vietnam.

"Kedua pemimpin merundingkan berbagai cara untuk mencapai kemajuan proses denuklirisasi dan konsep yang berlandaskan ekonomi," ujar Sarah.


Jamuan makan siang yang semula dijadwalkan berlangsung sebelum kedua pemimpin melanjutkan rapat dibatalkan. Agenda pertemuan Trump dan Kim Jong-un juga dipangkas.

Sarah mengatakan "ada sejumlah perubahan" dalam agenda pertemuan kedua pemimpin tanpa menjelaskan secara detail.
"Negosiasi masih berjalan, kami berharap (negosiasi) bisa diselesaikan dalam setengah jam ke depan," kata Sanders kepada wartawan di Hanoi seperti dikutip AFP.

Selain sesi makan siang, agenda penandatanganan perjanjian bersama juga dikabarkan batal sebab Trump mempercepat jadwal jumpa pers dari semula pukul 15.00 menjadi pukul 14.00 waktu lokal.

Berdasarkan agenda awal, Trump dan Kim Jong-un direncanakan menandatangani kesepakatan bersama sekitar pukul 14.00 waktu setempat.

[Gambas:Video CNN]

Sejumlah wartawan juga melihat rombongan Trump dan Kim Jong-un meninggalkan Hotel Metropole, tempat keduanya bertemu.

Trump juga sedang mengalami kemelut di negaranya. Mantan kuasa hukumnya, Michael Cohen, bersaksi di hadapan Dewan Perwakilan dan mengakui sejumlah tuduhan pelanggaran etik yang dilakukan Trump. Antara lain soal pembayaran uang tutup mulut untuk dua perempuan, Stormy Daniels dan Karen McDougal, yang mengaku pernah menjalin hubungan gelap dengan Trump. (rds/ayp)