Pakistan Bekuk 44 Militan Terkait Bom Bunuh Diri di Kashmir

CNN Indonesia | Rabu, 06/03/2019 14:45 WIB
Pakistan Bekuk 44 Militan Terkait Bom Bunuh Diri di Kashmir Kondisi selepas serangan bom bunuh diri di Pulwama, Kashmir bagian India, pada 14 Februari lalu yang menewaskan 40 pasukan paramiliter. (AP Photo/Umer Asif)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Pakistan menyatakan menangkap puluhan anggota kelompok bersenjata Jaish-e-Mohammad (JeM) dalam operasi militer. Kelompok itu mengaku bertanggung jawab atas pemboman di Pulwama, Kashmir bagian India pada 14 Februari lalu yang menewaskan 40 pasukan paramiliter.

Seperti dilansir Associated Press, Rabu (6/3), aparat Pakistan menangkap 44 anggota JeM. Di antara mereka yang dibekuk adalah Mufti Abdul Rauf, adik dari pemimpin JeM, Masood Azhar.

Menurut Kementerian Dalam Negeri Pakistan, Mufti memang masuk dalam tersangka yang dicari terkait aksi bom bunuh diri itu.


Di sisi lain, Pakistan juga berjanji akan bakal membekukan aset dan uang kelompok-kelompok militan yang bergerak di wilayah Kashmir. Hal itu sebagai upaya untuk menekan tingkat konflik dengan negara tetangga mereka, India.
Melebar ke Perairan

Konflik di Kashmir antara Pakistan dan India pun melebar ke wilayah perairan. Angkatan Laut Pakistan menyatakan mereka memergoki sebuah kapal selam India memasuki wilayah perairan mereka di Laut Arab.

Insiden itu terjadi pada Senin (4/3) lalu. Angkatan Laut Pakistan menyatakan insiden itu bisa diselesaikan dengan baik-baik, setelah mereka meminta kapal selam India menjauh.

Menurut Dinas Penerangan AL Pakistan, mereka mengklaim saat itu bisa saja menghancurkan kapal selam India. Namun, mereka beralasan memilih menahan diri. Mereka juga menyebar video detik-detik pencegatan kapal selam India itu.

Akan tetapi, pemerintah India membantah kejadian itu. Mereka menyatakan tidak mungkin naik ke permukaan jika memang berniat masuk ke perairan Pakistan. Mereka balik menuding Pakistan merekayasa kabar itu untuk menciptakan kepanikan massal.

[Gambas:Video CNN]

Meski sudah hampir tiga pekan berlalu, ketegangan antara India dan Pakistan belum juga reda. Situasi keamanan di kedua negara masih sangat rentan dan perang bisa pecah kapanpun.

Serangan bom bunuh diri pada Februari lalu memicu tindakan balasan oleh India. India kemudian menyerang sebuah kamp JeM di dekat Kashmir bagian Pakistan.

Hal itu membuat Pakistan membalas dengan menjatuhkan bom di Kashmir bagian India. Jet tempur kedua negara lantas bertemu di udara dan terlibat pertempuran. Satu pesawat tempur dari masing-masing negara jatuh.

Pilot jet tempur India yang jatuh, Abhinandan Varthaman, sempat ditangkap. Pakistan lantas mengembalikannya ke India pada 2 Maret lalu melalui perbatasan Wagah, Lahore, untuk meredam konflik.
Meski hidup bertetangga, relasi India dan Pakistan selalu terganjal konflik di Kashmir. Sejak merdeka dari Inggris, Kashmir dibagi dua menjadi wilayah untuk India dan Pakistan. Kedua negara kemudian bertarung untuk memperebutkan keseluruhan wilayah Kashmir.

India dan Pakistan tercatat telah berperang sebanyak dua kali memperebutkan wilayah Kashmir, yakni pada Perang India-Pakistan pada 1947 dan pada 1999 dalam Perang Kargil. Masing-masing juga menyimpan lebih dari seratus hulu ledak nuklir. (ayp/ayp)