Kelompok Militan Serang Pusat Pengobatan Ebola di Kongo

CNN Indonesia | Minggu, 10/03/2019 01:41 WIB
Kelompok Militan Serang Pusat Pengobatan Ebola di Kongo Seorang petugas medis di pusat pengobatan ebola di Kongo. (REUTERS/Goran Tomasevic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kelompok militan Mai Mai menyerang pusat perawatan dan pengobatan ebola yang berada di Butembo, Kongo, Sabtu (9/3).

Seorang polisi tewas, dan sejumlah pekerja kesehatan di pusat pengobatan itu mengalami luka-luka akibat serangan di salah satu titik terdampak parah Ebola di Kongo tersebut.

Sebelumnya, pekan lalu juga terjadi serangan di tempa yang sama. Teror itu pun telah membuat lembaga bantuan medis Medecins Sans Frontieres menunda seluruh aktivitas mereka untuk sementara di wilayah tersebut.


Di satu sisi, para pekerja lembaga bantuan itu sedang menghadapi ketidakpercayaan yang dalam dari warga di beberapa daerah terjair sebaran penyakit ebola.


Kondisi saat ini, Kongo diketahui sedang mengalami fase terburuk dari penyebran penyakit ebola di wilayah tersebut. Setidaknya hampir mendekati 600 orang tewas akibat Ebola sejauh ini di Kongo.

Aktivitas penyerangan yang menimpa pusat pengobatan ebola di Kongo itu pun mendapatkan perhatian dari Presiden Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) President Tedros Adhanom Ghebreyesus.

"Hal ini menyakiti perasaanku untuk membayangkan para pekerja kesehatan terluka dan petugas polisi tewas akibat serangan hari ini, sementara itu kita sedang berduka karena mereka yang tewas dalam serangan-srangan sebelumnya, ketika sedang memperjuangkan hak kesehatan," ujar Tedros.

Tedros menegaskan serangan itu tak akan menyurutkan semangat para pekerja dan relawan medis untuk terus melanjutkan kerja membantu warga di kawasan paling terentan atas ebola di muka bumi ini.


Fasilitas medis yang diserang militan kemarin sebetulnya baru beroperasi kembali selama sepekan terakhir setelah serangan militan sebelumnya. Pusat kesehatan itu sendiri dikelola kementerian kesehatan Kongo bekerja sama dengan WHO dan badan PBB untuk anak kecil.

Sementara itu Wali Kota Butembo, Sylvain Kanyamanda, menyatakan atas militan Mai Mai terkini pihaknya bisa bergerak lebih cepat dibandingkan sebelumnya mesi ada korban yang jatuh.

"Karena serangan-serangan sebelumnya, sistem keamanan telah ditempatkan dengan baik dan para penyerang bisa dengan cepat dibalas oleh para petugas polisi yang menjaga pusat kesehatan tersebut," kata Kanyamanda.

Kanyamanda mengatakan pihaknya pun berhasil menangkap seorang anggota kelompok militan yang terluka.

Kelompok militan yang menyerang pusat medis itu menggunakan nama Mai Mai yang berasal dari bahasa suku lokal, Swahili, yang artinya adalah 'air'. Mereka percaya peluru yang terbang menuju sasaran bisa berubah jadi air.

(Reuters/kid)